Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kekerasan Anak Makin Kompleks, Menteri PPPA Perkuat Kader Daerah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi berinteraksi dengan seorang anak di Sekolah Dasar (SD) Dinamika Indonesia, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat (Dok. Kemen PPPA)
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menyiapkan penguatan kapasitas rutin bagi kader PATBM dan Relawan SAPA.
  • Kader daerah meminta pengayaan penanganan anak yang terpapar radikalisme dan kekerasan berbasis daring.
  • Kementerian menyiapkan pertemuan daring bulanan, sementara Desa Tinelo memakai dana desa untuk perlindungan anak sejak 2016.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sejak 2016

Pemerintah Desa Tinelo menggunakan dana desa untuk pencegahan, sosialisasi, deteksi dini, pengawasan lingkungan, dan pendampingan korban kekerasan.

Rabu (12/8/2026)

Arifah Fauzi menyatakan penguatan kapasitas rutin disiapkan bagi kader PATBM dan Relawan SAPA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penguatan kapasitas rutin bagi kader PATBM dan Relawan SAPA disiapkan untuk menghadapi persoalan kekerasan anak yang berkembang.
  • Who?
    Menteri PPPA Arifah Fauzi, Kementerian PPPA, kader PATBM, Relawan SAPA, De Setyo, dan Rusdianto Ahmad terlibat dalam pembahasan ini.
  • Where?
    Dialog daring diikuti partisipan PATBM dari berbagai daerah, termasuk Sorong, Papua Barat Daya, dan Desa Tinelo, Gorontalo.
  • When?
    Arifah dikutip Rabu (12/8/2026). Pertemuan daring direncanakan rutin setiap bulan.
  • Why?
    Kader menyampaikan kebutuhan bekal untuk menangani anak yang terpapar radikalisme dan kekerasan berbasis daring.
  • How?
    Kementerian menginventarisasi materi, menyiapkan narasumber dalam pertemuan daring bulanan, serta mendorong ruang komunikasi kader PATBM dan Relawan SAPA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bu Arifah dari Kementerian PPPA mau membantu kakak-kakak PATBM dan Relawan SAPA. Mereka ingin belajar menghadapi masalah anak, seperti kekerasan di internet dan radikalisme. Mereka akan bertemu lewat internet setiap bulan. Di Desa Tinelo, dana desa juga dipakai untuk menjaga dan mendampingi anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguatan kapasitas rutin memberi ruang bagi kader PATBM dan Relawan SAPA untuk menyampaikan kebutuhan yang mereka hadapi di daerah. Pertemuan daring bulanan dengan narasumber sesuai kebutuhan juga dapat mempertemukan pengayaan materi dan komunikasi bersama. Penggunaan dana desa di Tinelo menunjukkan dukungan perlindungan anak dapat melibatkan pemerintah desa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyiapkan penguatan kapasitas rutin bagi kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Relawan SAPA. Langkah ini dilakukan setelah kader di daerah menyampaikan kebutuhan menghadapi persoalan baru, termasuk radikalisme dan kekerasan berbasis daring.

“Kita tidak hanya ingin melihat banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga ada perubahan yang terjadi, yaitu semakin kuatnya norma anti-kekerasan, semakin baiknya pengasuhan keluarga, semakin berdayanya anak, serta semakin responsifnya masyarakat ketika melihat adanya kekerasan terhadap anak,” kata Arifah, dikutip Rabu (12/8/2026)

1. Kader minta bekal hadapi ancaman baru

Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam agenda Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) bersama Menko PMK Pratikno serta Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Malang, Jawa Timur, Senin (14/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dialog daring tersebut diikuti lebih dari 400 partisipan PATBM dari berbagai daerah. Kader PATBM Sorong, Papua Barat Daya, De Setyo, mengatakan kapasitas kader perlu diperkuat untuk menghadapi persoalan yang berkembang, khususnya anak yang terpapar radikalisme dan kekerasan berbasis daring.

“Kami sangat terbatas. Sekiranya berkenan, mohon kami dibekali tentang penanganan anak yang terpapar radikalisme. Kemudian juga kekerasan berbasis online, kami masih membutuhkan pengayaan, tambahan ilmu dari Kementerian PPPA,” ujar De Setyo.

2. Kemen PPPA siapkan pertemuan setiap bulan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Arifah merespons kebutuhan tersebut dengan meminta kementeriannya menginventarisasi materi yang diperlukan para kader. Dia mengatakan pertemuan daring akan disiapkan secara rutin setiap bulan, dengan menghadirkan narasumber sesuai kebutuhan. Kementerian juga mendorong ruang komunikasi bersama bagi kader PATBM dan Relawan SAPA.

3. Dana desa bisa dipakai cegah kekerasan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau posko bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026). (Dok. KemenPPPA)

Kepala Desa Tinelo, Gorontalo, sekaligus kader PATBM Rusdianto Ahmad menilai pemerintah desa dapat ikut menopang program perlindungan anak. Sejak 2016, pemerintah desa setempat menggunakan dana desa untuk pencegahan, sosialisasi, deteksi dini, pengawasan lingkungan, hingga pendampingan korban kekerasan.

“Jangan sampai kita hanya berharap dari kementerian saja, sementara di desa sebenarnya ada dana desa yang bisa kita gunakan dalam rangka mendukung maupun mengintegrasikan program-program yang dilakukan oleh Kementerian PPPA,” ujar Rusdianto.

Curated For You

Editorial Team

Related Article