Kemenag RI Borong 3 Penghargaan The 8th Anugerah Humas Indonesia 2026

Kementerian Agama meraih tiga penghargaan AHI 2026 sebagai penguatan komitmen terhadap keterbukaan informasi, kanal digital, dan komunikasi publik yang relevan bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut meliputi Silver PPID Terbaik lewat Gandeng PPID, Silver Kanal Digital melalui Instagram @kemenag_ri, serta Bronze Program Kehumasan lewat Zikir dan Doa Kebangsaan.
AHI 2026 diikuti 371 entri dan memberikan 178 trofi kepada 80 institusi; Kemenag menargetkan komunikasi serta layanan informasi yang lebih terbuka, responsif, dan mudah dipahami.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menerima tiga penghargaan dalam The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. Kemenag dianggap terus memperkuat keterbukaan informasi, kedekatan dengan masyarakat melalui kanal digital, serta komunikasi publik yang relevan dan memberi manfaat.
Penghargaan ini tidak hanya capaian institusi, melainkan penguat komitmen Kemenag untuk menghadirkan komunikasi publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag Thobib Al Asyhar pada Malam Penghargaan AHI 2026 di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
“Ketiga penghargaan ini mewakili tiga hal yang terus kami perkuat, yaitu keterbukaan informasi, kedekatan melalui kanal digital, dan komunikasi publik yang membawa pesan serta nilai yang relevan bagi masyarakat,” ujar Thobib.
1. Komunikasi publik pemerintah harus dapat membantu memahami kebijakan

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag Thobib Al Asyhar. (Dok. Kemenag) Thobib mengatakan komunikasi publik pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan aktivitas dan kebijakan. Informasi yang disampaikan harus dapat membantu masyarakat memahami kebijakan, mengetahui layanan yang tersedia, serta memperoleh informasi yang dibutuhkan secara mudah dan cepat.
“Penghargaan ini tentu kami syukuri. Namun, ukuran keberhasilan komunikasi publik bukan semata penghargaan. Yang lebih penting adalah sejauh mana informasi yang kami sampaikan benar-benar bermanfaat dan memudahkan masyarakat mengakses layanan Kementerian Agama,” ujarnya.
2. Tiga penghargaan yang diterima Kemenag dalam AHI 2026

Kementerian Agama menerima tiga penghargaan dalam The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026. (Dok. Kemenag RI) Pada malam anugerah AHI 2026, Kemenag menerima penghargaan Silver Winner kategori PPID Terbaik, subkategori PPID Utama melalui program “Gandeng PPID”. Program ini menjadi bagian dari upaya Kemenag memperkuat jejaring dan kualitas layanan informasi publik.
Kemenag berhasil membawa pulang penghargaan Silver Winner kategori Kanal Digital, subkategori Media Sosial melalui Instagram resmi @kemenag_ri. Kemenag memenfaatkan media sosial sebagai ruang untuk mendekatkan informasi kebijakan, layanan, dan program Kemenag kepada masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi dengan publik.
Sedangkan, penghargaan ketiga, Bronze Winner kategori Program Kehumasan Pemerintah, subkategori Kementerian, diraih melalui program Zikir dan Doa Kebangsaan. Program ini menjadi bagian dari komunikasi publik Kemenag dalam menghadirkan pesan keagamaan yang memperkuat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai kebangsaan.
“Jadi, bagi kami ketiganya bukan hanya soal kanal atau program. Ada manfaat publik yang ingin kami hadirkan. Kami berkomitmen, agar masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, semakin dekat dengan layanan Kemenag, sekaligus mendapatkan pesan keagamaan yang menyejukkan dan menguatkan kebersamaan,” jelas Thobib.
3. Menjadi bagian dari 80 pemenang setelah mengungguli 371 entri

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama (Kemenag), Thobib Al Asyhar (dok. Kemenag) The 8th Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2026 diikuti 371 entri meliputi korporasi, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Melansir humasindonesia.id, pada penganugerahan ini, total 178 trofi diserahkan kepada 80 institusi pemenang AHI 2026 yang berhasil menunjukkan keunggulan mereka dalam praktik public relations (PR) atau kehumasan.
Penjuriannya berlangsung secara luring dan daring selama lima hari yakni 1–5 September 2026. Para pesertanya telah melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai administrasi, presentasi, hingga penilaian final oleh dewan juri dari kalangan ahli dan praktisi komunikasi, media, akademisi, serta pakar keterbukaan informasi publik.
Dalam malam penghargaan tersebut, Thobib berharap, penghargaan ini menjadi pemantik bagi seluruh jajaran kehumasan Kementerian Agama, untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Apresiasi ini bukan tujuan akhir. Ini menjadi dorongan agar komunikasi publik Kemenag semakin terbuka, responsif, mudah dipahami, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
























