Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenhut-BMKG Teken Kerja Sama Pencegahan Karhutla Berbasis Sains
Kemenhut teken MoU dengan BMKG dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan berbasis sains (Dok. Kemenhut)
  • Kemenhut dan BMKG menandatangani MoU untuk memperkuat pencegahan karhutla berbasis sains melalui integrasi data, peningkatan SDM, serta analisis risiko dan modifikasi cuaca.
  • El Nino 2026 diprediksi muncul lebih cepat dengan intensitas lemah hingga moderat, menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan meningkatkan potensi karhutla dibanding tahun lalu.
  • Operasi Modifikasi Cuaca menjadi strategi utama menekan luas karhutla, disertai pemantauan tinggi muka air tanah dan koordinasi lintas instansi agar kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2015

Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tercatat sekitar 2,6 juta hektare.

2019

Luas kebakaran hutan dan lahan menurun menjadi sekitar 1,6 juta hektare.

2023

Luas kebakaran hutan dan lahan kembali turun menjadi sekitar 1,1 juta hektare.

tahun lalu

Luas kebakaran hutan dan lahan tercatat sekitar 350 ribu hektare.

22 April 2026

Kemenhut dan BMKG menandatangani nota kesepahaman pencegahan karhutla berbasis sains di Kantor BMKG Jakarta. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan kerja sama mencakup integrasi data, penguatan SDM, modifikasi cuaca, dan analisis risiko berbasis sains.

semester kedua tahun ini (Juni–Juli)

El Nino 2026 diperkirakan muncul lebih cepat dengan intensitas lemah hingga moderat yang menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan lebih kering.

kini

Kemenhut dan BMKG terus berkoordinasi melakukan pencegahan karhutla melalui pemantauan tinggi muka air tanah serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di daerah gambut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Kehutanan dan BMKG menandatangani nota kesepahaman kerja sama pencegahan kebakaran hutan dan lahan berbasis sains, mencakup integrasi data, peningkatan kapasitas SDM, serta pelaksanaan modifikasi cuaca.
  • Who?
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menandatangani MoU tersebut, disaksikan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.
  • Where?
    Penandatanganan dilakukan di Kantor BMKG, Jakarta.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Rabu, 22 April 2026.
  • Why?
    Kerja sama dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla menghadapi potensi El Nino 2026 yang diperkirakan menyebabkan musim kemarau lebih cepat dan kering.
  • How?
    Pencegahan dilakukan melalui integrasi data meteorologi dan kehutanan, pemantauan tinggi muka air tanah, serta operasi modifikasi cuaca di wilayah rawan kebakaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Hutan Raja Juli dan Pak Kepala BMKG Teuku Faisal tanda tangan kerja sama supaya hutan tidak kebakar. Mereka mau pakai ilmu cuaca dan data buat tahu kapan panas datang. Katanya tahun ini kemarau datang lebih cepat karena El Nino. Sekarang mereka kerja bareng, lihat air tanah, dan buat hujan buatan biar api tidak muncul.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penandatanganan kerja sama antara Kemenhut dan BMKG menunjukkan langkah konkret menuju pencegahan kebakaran hutan yang lebih ilmiah dan terukur. Melalui integrasi data, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan modifikasi cuaca, upaya ini mencerminkan sinergi kelembagaan yang kuat untuk menjaga ekosistem tetap aman meski menghadapi potensi El Nino lebih awal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis sains.

MoU diteken langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani di Kantor BMKG, Jakarta, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.

“Kerja sama ini memperkuat upaya Kemenhut dan BMKG untuk mencegah terjadinya Karhutla berbasis sains. Kerjasama yang dilakukan mencakup integrasi data dan informasi meteorologi, klimatologi, dan kehutanan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan modifikasi cuaca serta analisis risiko berbasis sains,” ujar Menhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026).

1. El Nino muncul lebih cepat

Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Raja Juli mengatakan, hal ini seiring dengan El Nino 2026 yang berpotensi muncul lebih cepat pada semester kedua tahun ini (Juni-Juli) dengan intensitas lemah hingga moderat yang menyebabkan musim kemarau diprediksi datang lebih awal dan lebih kering.

“Untuk tahun ini sudah disampaikan bahwa kemarau akan datang lebih cepat dari tahun lalu, dan akan berakhir lebih lambat, kemudian El Nino lemah sampai moderat artinya dibandingkan tahun lalu, kemungkinan terjadinya karhutla tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Menhut.

2. Operasi modifikasi cuaca jadi kunci

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menhut mengklaim, angka karhutla di Indonesia terus menurun sekitar 2,6 juta hektare pada 2015, luas karhutla turun menjadi 1,6 juta hektare pada 2019, 1,1 juta hektare pada 2023, hingga sekitar 350 ribu hektare pada tahun lalu.

Ia mengatakan, BMKG menjadi bagian penting dalam penurunan angka karhutla, salah satunya dengan proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan. Menhut memastikan koordinasi untuk mencegah terjadinya karhutla terus dilakukan serta dilakukannya pengecekan tinggi muka air tanah.

“BMKG memerankan peran yang sangat penting untuk menurunkan angka karhutla. Dengan tadi memprediksi cuaca yang dengan begitu presisi dengan lebih prediktif, termasuk prevensi atau mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati, mencegah terjadinya karhutla itu jauh lebih baik ketimbang memadamkan ketika apinya sudah berkobar,” ujar Raja Antoni.

3. Koordinasi pencegahan karhutla terus dilakukan

Petugas kesulitan akses air untuk padamkan karhutla. (IDN Times/istimewa).

Selain itu, Menhut juga memastikan koordinasi untuk mencegah terjadinya karhutla terus dilakukan serta dilakukannya pengecekan tinggi muka air tanah.

“OMC yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum apinya menyala. Sekarang sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi, tinggi muka air tanah kita pantau ketika nanti di bawah 40 cm kita adalah OMC untuk menambah permukaan air tanah, terutama di daerah-daerah gambut kalau sudah menyala sulit padam, kalau cadangan airnya cukup insyallah kita tidak akan terjadi kebakaran,” ujarnya.

Editorial Team