"Nah, jadi kadang-kadang fakta menyakitkan. Katanya sekarang ada suatu survei, namanya PISA, yang membandingkan kualitas pendidikan di berbagai negara. Kita termasuk tidak terlalu bagus, ya," kata Prabowo.
TOP 5: Penulis Paper Nobel MBG Bukan Dosen hingga WNA Ikut War Tiket HUT RI

- Kemdiktisaintek menemukan pihak yang dicantumkan sebagai penulis paper usulan Nobel untuk Program Makan Bergizi Gratis mengaku tidak mengetahui dan tidak menyetujui pencantuman nama mereka.
- Presiden Prabowo menyoroti skor PISA Indonesia yang masih tertinggal dari sejumlah negara, termasuk Malaysia dan Vietnam, sebagai fakta menyakitkan terkait kualitas pendidikan nasional.
- Super El Nino diperkirakan menjadi yang terparah dalam 500 tahun, tiga taman nasional menjadi BLU, dan 128.331 orang dari 36 provinsi serta 14 negara memperebutkan tiket HUT RI.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkap temuan awal investigasi terkait paper yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat Nobel 2026, di platform SSRN yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lain sebagai penulis. Kementerian menyebut, pihak-pihak yang namanya tercantum mengaku tidak mengetahui maupun menyetujui pencantuman tersebut.
Sementara itu, masyarakat ternyata sangat antusias untuk menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Pada hari pertama pelaksanaan war ticket yang dibuka Rabu (5/8/2026), sebanyak 128.331 orang ikut berebut. Mereka bukan hanya WNI tapi juga warga dari 14 negara.
Berita di atas ditayangkan pada Kamis (6/8/2026) bersama berita-berita menarik lainnya di kanal News IDN Times. Untuk mengetahui selengkapnya, berikut disajikan dalam Top 5 News IDN Times.
1. Kemdikti: Penulis Paper Nobel MBG Bukan Dosen, Cantumkan Nama Tanpa Persetujuan
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengungkap temuan awal investigasi terkait paper yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat Nobel 2026, di platform SSRN yang mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lain sebagai penulis.
Kementerian menyebut, pihak-pihak yang namanya tercantum mengaku tidak mengetahui maupun menyetujui pencantuman tersebut.
2. Skor Pendidikan RI di Bawah Malaysia-Vietnam: Kadang Fakta Menyakitkan
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas pendidikan Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan dengan sejumlah negara lain berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA).
3. Ilmuwan: Super El Nino Terparah dalam 500 Tahun Ancam Dunia Saat Ini
Fenomena Super El Nino yang mengancam dunia saat ini diperkirakan menjadi yang paling dahsyat dalam kurun waktu 500 tahun terakhir. Bahkan, diperkirakan fenomena alam ini menjadi peristiwa cuaca paling ekstrem yang dialami oleh umat manusia.
Hal itu diungkapkan oleh ahli meteorologi Ryan Maue. Maue mengutip data dari Pusat Prakiraan Cuaca Eropa, turut menyinggung musim dingin vulkanik (volcanic winter) yang bakal muncul ketika Super El Nino terjadi.
4. Tiga Taman Nasional Resmi Jadi Badan Layanan Umum
Tiga taman nasional, yakni Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Gunung Rinjani, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru resmi berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
Penetapan ini diumumkan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional di Kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta.
5. Tak Hanya Warga Lokal, War Ticket HUT RI Diikuti Peserta dari 14 Negara
Antusiasme masyarakat untuk menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, membeludak. Pada hari pertama pelaksanaan war ticket yang dibuka Rabu (5/8/2026), sebanyak 128.331 orang mengikuti perebutan undangan dari 36 provinsi di Indonesia dan 14 negara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya semangat masyarakat untuk menyaksikan langsung upacara kenegaraan di Istana Merdeka.

















