Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenkes Kirim 160 Nakes Batch 2 ke NTT, Perkiat Pemulihan Psikososial Korban
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali mengirimkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dok. Kemenkes)
  • Kemenkes mengirim 160 Tenaga Cadangan Kesehatan Batch 2 ke empat kabupaten di NTT.
  • Penugasan berfokus pada dukungan psikososial dan kesehatan mental masyarakat terdampak gempa.
  • TCK juga bertugas di fasilitas kesehatan, membantu pasien pascaoperasi, serta mendukung surveilans penyakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, layanan mana yang lebih perlu diperkuat?
Vote Now
2009

Rayhendra pernah mengalami gempa di Padang ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Pengalaman itu mendorongnya bergabung sebagai TCK untuk bertugas ke NTT.

Senin (7/9/2026)

Sebanyak 160 tenaga kesehatan TCK Batch 2 diberangkatkan dari Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Mereka akan ditempatkan di empat kabupaten di NTT.

12 September 2026

Masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTT berlaku hingga tanggal ini. Masa tersebut dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, layanan mana yang lebih perlu diperkuat?
Vote Now
  • What?
    Kemenkes mengirim 160 Tenaga Cadangan Kesehatan Batch 2 untuk pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa di NTT.
  • Who?
    Kemenkes RI, 160 tenaga kesehatan TCK Batch 2, Sumarjaya, dr. Shaldy Syifa Azzahri, dan dr. Rayhendra Hanif terlibat dalam penugasan.
  • Where?
    Tenaga kesehatan diberangkatkan dari Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta dan ditempatkan di Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, serta Manggarai Timur.
  • When?
    Pemberangkatan dilakukan Senin (7/9/2026). Masa tanggap darurat Pemerintah Provinsi NTT ditetapkan hingga 12 September 2026.
  • Why?
    Penugasan diarahkan untuk memperkuat layanan psikososial dan kesehatan mental, selain mendukung pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa.
  • How?
    TCK memberikan layanan di puskesmas dan rumah sakit lapangan, dukungan psikososial, perawatan pascaoperasi, serta surveilans kesehatan dengan masa tugas 14 hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, layanan mana yang lebih perlu diperkuat?
Vote Now

Kemenkes mengirim 160 orang kesehatan ke NTT. Mereka membantu orang-orang yang terdampak gempa. Mereka pergi ke empat kabupaten dan membantu di puskesmas atau rumah sakit lapangan. Mereka juga menemani anak-anak dan warga yang trauma. Mereka membawa alat kesehatan, obat, dan menyiapkan diri sebelum bertugas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, layanan mana yang lebih perlu diperkuat?
Vote Now

Pengiriman TCK Batch 2 menunjukkan dukungan kesehatan yang mencakup kebutuhan fisik dan psikologis masyarakat terdampak gempa. Penempatan di fasilitas kesehatan, dukungan untuk anak-anak yang trauma, perawatan pasien pascaoperasi, serta surveilans penyakit membuat layanan yang diberikan mencakup beberapa kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, layanan mana yang lebih perlu diperkuat?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali mengirimkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, mengatakan penugasan TCK Batch 2 kali ini diarahkan untuk memperkuat layanan psikososial dan kesehatan mental masyarakat di wilayah terdampak.

Sebanyak 160 tenaga kesehatan TCK Batch 2 diberangkatkan dari Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9/2026). Para tenaga kesehatan tersebut akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

"Pendekatannya agak berbeda karena ini lebih kepada psikososial, bagaimana kita memberangkatkan tenaga-tenaga yang memberikan kesehatan mental bagi masyarakat di daerah Flores," ujar Sumarjaya, Senin (7/9/2026).

1. Kemenkes telah mengirim 206 tenaga kesehatan

Kemenkes RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Pengiriman TCK Batch 2 merupakan kelanjutan dari dukungan Kemenkes pada tahap pertama. Sebelumnya, sebanyak 206 tenaga kesehatan telah diberangkatkan untuk membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.

Pada penugasan tahap kedua, tenaga kesehatan akan memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit lapangan. Saat ini terdapat dua rumah sakit lapangan yang turut mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak, yaitu di Ruteng dan Ngada.

Selain penanganan medis, TCK juga memberikan dukungan psikososial, khususnya kepada anak-anak dan masyarakat yang mengalami trauma akibat bencana. Sumarjaya mengatakan dampak bencana tidak hanya menimbulkan persoalan kesehatan fisik, seperti patah tulang dan luka, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat akibat kehilangan harta benda maupun pengalaman menghadapi bencana.

"Untuk saat ini, itu adalah lebih kepada psikososial, bagaimana memberikan edukasi, komunikasi kepada masyarakat terdampak," ujar Sumarjaya.

2. Nakes membawa alat kesehatan

Kemenkes RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Dokter umum TCK, dr. Shaldy Syifa Azzahri, mengatakan persiapan sebelum menjalankan tugas dilakukan dengan membawa peralatan dan bahan kesehatan yang dibutuhkan untuk membantu pemulihan masyarakat. Selain kesiapan perbekalan, tenaga kesehatan juga perlu memastikan kondisi fisik dan mental sebelum bertugas.

"Sebagai seorang dokter, kami menyiapkan beberapa alat dan juga bahan yang bisa kami gunakan untuk memperbaiki dan juga memulihkan kesehatan masyarakat. Dan pastinya juga sebagai seorang dokter umum, kita juga pastinya bisa mempersiapkan mentalitas kita sendiri dan juga kesehatan kita sendiri sebelum kita membantu orang lain,: kata Shaldy.

Shaldy menilai pelayanan pascagempa tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi fisik. Setelah beberapa pekan berlalu sejak bencana, dukungan terhadap kondisi psikologis masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

"Ini bukan lagi hanya memperbaiki kesehatan fisiknya saja, tapi juga kita harus membantu untuk memulihkan kesehatan psikologisnya juga. Jadi di sini kita membantu sama-sama untuk bisa menjadi bagian dari proses pemulihan mereka,” ujarnya.

3. Nakes juga mempersiapkan kondisi mental dan perbekalan pribadi

Kemenkes RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8/2026). (IDN Times/Uni Lubis)

Sementara itu, dr. Rayhendra Hanif, dokter umum TCK asal Padang, mengatakan dirinya mempersiapkan kondisi mental dan perbekalan pribadi, termasuk obat-obatan yang dibutuhkan selama menjalankan penugasan.

Rayhendra juga terdorong untuk bergabung sebagai TCK karena memiliki pengalaman menghadapi bencana gempa. Ia pernah mengalami gempa di Padang pada 2009 ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Pengalaman tersebut membuatnya tergerak untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat yang mengalami kondisi serupa.

"Saya dulu dari Padang. Tahun 2009 itu juga sudah pernah kena gempa. Jadi hati saya juga tergerak untuk pergi ke NTT karena kondisinya mirip, sama-sama gempa," ungkap Rayhendra.

Dalam pelaksanaannya, penugasan TCK mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan masa tugas selama 14 hari sebelum dilakukan pergantian personel. Penempatan tenaga kesehatan juga menyesuaikan dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTT hingga 12 September 2026 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain mendukung layanan psikososial, TCK juga membantu perawatan pasien pascaoperasi. Sebelumnya, Kemenkes telah mengerahkan dokter spesialis, termasuk spesialis ortopedi dan bedah, untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan operasi.

Kemenkes turut memperkuat surveilans kesehatan di wilayah terdampak untuk memantau dan mengidentifikasi potensi penyakit menular. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah pascabencana.

"Tim kita surveillance juga kita turunkan untuk melihat, mengidentifikasi penyakit-penyakit apa yang terjadi di sana supaya tidak terjadi potensi KLB dan wabah," ujar Sumarjaya.

Pilih fokus pemulihan pascagempa

Menurutmu, layanan mana yang lebih perlu diperkuat?

See More
Pemulihan kesehatan fisik
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Dukungan psikososial dan mental

Curated For You

Editorial Team

Related Article