Guyana Mau Terima Imigran Ilegal yang Dideportasi dari AS

- Guyana setuju menampung sementara enam imigran ilegal asal Kuba dan Afghanistan yang dideportasi dari AS, setelah negosiasi bilateral selama beberapa bulan.
- Enam imigran tanpa catatan kriminal itu masuk Program Pemulangan Sukarela, masih menunggu putusan imigrasi, dan tidak akan ditempatkan permanen di Guyana.
- AS membiayai transfer, sementara IOM menangani kedatangan, akomodasi, dukungan, serta akses migran untuk menghubungi perwakilan hukum dan keluarga di Guyana.
Jakarta, IDN Times - Guyana akhirnya bersedia menampung enam imigran ilegal yang dideportasi dari Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (5/9/2026). Negara Amerika Selatan itu bersedia ikut dalam program deportasi ke negara ketiga yang digagas pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.
Persetujuan itu setelah AS dan Guyana melakukan negosiasi selama beberapa bulan. Georgetown menekankan bahwa AS tidak meminta Guyana untuk menampung imigran ilegal tersebut secara permanen.
1. Menerima enam imigran ilegal asal Kuba dan Afghanistan

ilustrasi kamp migran (unsplash.com/jricard) Menteri Luar Negeri Guyana, Robert Persaud, mengatakan bahwa enam imigran yang dideportasi dari AS berasal dari Kuba dan Afghanistan. Mereka dikirim ke Guyana setelah dipastikan tidak memiliki catatan kriminalitas.
Dilansir NBC News, enam imigran yang direlokasi ke Guyana berada di bawah Program Pemulangan Sukarela. Alhasil, mereka masih menunggu hasil putusan imigrasi dan untuk sementara waktu akan berada di Guyana.
2. IOM akan mengurus seluruh proses penampungan imigran

kondisi kamp migran di Tijuana, Meksiko (unsplash.com/barbarazandoval) Guyana mengatakan, program tersebut dijalankan oleh Organisasi Migrasi Internasional (IOM). Dengan itu, AS akan membiayai transfer imigran tersebut dan IOM akan membiayai seluruh proses mulai dari kedatangan, akomodasi, dan dukungan kepada imigran saat berada di Guyana.
“IOM nantinya yang akan bertanggung jawab dalam operasional implementasi program ini. Organisasi ini akan memberikan migran fasilitas untuk berbicara dengan perwakilan hukum dan keluarganya,” tuturnya, dikutip dari Democrata.
3. Guyana tingkatkan hubungan dengan AS

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck) Sementara itu, Guyana mengatakan persetujuan ini menunjukkan penguatan hubungan bilateral dengan AS. Sebelumnya, Georgetown sudah mengintensifkan dan mengekspansi kerja sama di sektor energi, perdagangan, investasi, keamanan, dan lainnya.
Guyana bukan satu-satunya negara di Amerika yang bersedia menampung imigran yang dideportasi dari AS. Sejumlah negara di Benua Amerika sudah menyetujuinya, seperti Belize, Kanada, Kosta Rika, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Honduras, Meksiko, Panama, dan Paraguay.





















