Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sempat Berhenti, Iran Kembali Serang Milisi Kurdi di Irak

Sempat Berhenti, Iran Kembali Serang Milisi Kurdi di Irak
potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)
  • Iran kembali menyerang milisi Kurdi di Kurdistan, Irak utara, pada 7 September 2026 setelah serangan sempat berhenti sejak akhir Agustus.
  • Sejak Februari, Teheran dilaporkan melancarkan lebih dari 1.000 serangan rudal dan drone, meski pernah menyepakati gencatan senjata pada April; puluhan anggota milisi tewas.
  • Iran menuduh milisi Kurdi bekerja sama dengan intelijen AS dan Israel, termasuk terkait pasokan senjata serta dugaan bantuan serangan terhadap Iran yang belum terverifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Iran dikabarkan kembali melakukan serangan ke milisi Kurdi yang bermarkas di Negara Bagian Kurdistan, Irak utara. Dilansir Jerusalem Post, serangan tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026). 

Serangan Iran ke milisi Kurdi di Irak sebetulnya sempat berhenti sejak akhir Agustus lalu. Namun, Iran kini kembali meluncurkan serangan terbaru kepada mereka. Hal ini merupakan balasan karena milisi Kurdi telah menjadi pihak oposisi Iran. 

  1. 1. Iran mulai menyerang milisi Kurdi sejak Februari

    Bendera Amerika Serikat dan Israel sedang berkibar.
    potret bendera Amerika Serikat dan Israel (pexels.com/www.kaboompics.com )

    Iran sendiri mulai melakukan serangan ke milisi Kurdi pada Februari lalu. Sejauh ini, Teheran tercatat sudah melakukan lebih dari 1.000 serangan rudal dan drone ke milisi yang sudah dianggap sebagai organisasi teroris tersebut. 

    Sebetulnya, Iran dan milisi Kurdi sempat menyepakati gencatan senjata pada April. Meski begitu, Iran tetap melakukan serangan terhadap mereka. Imbas serangan tersebut, sudah ada puluhan anggota milisi Kurdi yang tewas.

  2. 2. Iran menuduh milisi Kurdi bekerja sama dengan intelijen Amerika Serikat dan Israel

    Senjata artileri untuk berperang.
    potret senjata artileri (pexels.com/Vladimir Srajber)

    Konflik antara Iran dan milisi Kurdi ini terjadi bukan tanpa sebab. Teheran menuduh milisi Kurdi telah bekerja sama dengan pihak intelijen Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk menyerang mereka sejak mulai berperang dengan Washington dan Tel Aviv pada Februari lalu. Inilah yang lantas membuat Iran geram dan menganggap milisi Kurdi sebagai pembelot. 

    Selain itu, Iran juga menuduh milisi Kurdi telah bekerja sama dengan AS untuk mendapatkan pasokan senjata. Tuduhan Iran ini juga dikonfirmasi dalam laporan Manara Magazine yang dirilis pada Senin. Berdasarkan keterangan sejumlah sumber rahasia, media tersebut melaporkan bahwa pasokan senjata Negeri Paman Sam ke Kurdi melonjak saat mereka mulai berperang dengan Iran. 

  3. 3. Milisi Kurdi juga diduga membantu AS dan Israel menyerang Iran

    Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

    Ada juga dugaan bahwa milisi Kurdi telah membantu AS dan Israel untuk menyerang Iran. Namun, dugaan tersebut hingga saat ini belum bisa dipastikan kebenarannya. Meski demikian, Iran tetap "Ngotot" menuduh milisi Kurdi telah bekerja sama dengan AS dan Israel untuk membelot terhadap mereka.

    Serangan terbaru Iran terhadap milisi Kurdi tadi berpotensi membuat konflik di Timur Tengah semakin meluas. Terlebih, saat ini, konflik antara Iran dengan AS belum sepenuhnya usai. Belum lagi perang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Hingga saat ini, keduanya masih saling adu serangan meski sudah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Juni lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More