Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenpora Gembleng Karakter Pemuda di Wirasena Youth Camp
Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora).
  • Kemenpora menggelar sesi kedua Wirasena Youth Camp 2026 untuk memperkuat karakter pemuda melalui nilai Patriotik, Gigih, dan Berempati.

  • Pelatihan berlangsung interaktif melalui penugasan kelompok dan individu, diskusi, serta berbagi sudut pandang antarpeserta.

  • Nilai PGB diarahkan menjadi kompas kehidupan agar peserta mampu merefleksikan diri dan menentukan karakter yang ingin dikembangkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Kemenpora menyelenggarakan sesi kedua program Wirasena Youth Camp di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Program tersebut dirancang untuk menanamkan nilai Patriotik, Gigih, dan Berempati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemenpora menyelenggarakan sesi kedua program Wirasena Youth Camp 2026 untuk menanamkan nilai Patriotik, Gigih, dan Berempati kepada peserta.
  • Who?
    Kemenpora, fasilitator Valentino Dinatra Soplantila, dan para peserta Wirasena Youth Camp terlibat dalam pelatihan ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
  • When?
    Kegiatan berlangsung dalam program Wirasena Youth Camp 2026. Waktu pelaksanaan spesifik masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • Why?
    Kemenpora menggelar program ini untuk memperkuat sektor kepemudaan dan mencetak generasi muda yang tangguh serta berkarakter unggul.
  • How?
    Pelatihan dilakukan dengan metode partisipatif dan interaktif melalui penugasan kelompok maupun individu, diskusi, serta berbagi sudut pandang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemenpora mengajak para pemuda belajar di Wirasena Youth Camp 2026 di Jakarta. Mereka belajar tiga nilai, yaitu cinta tanah air, tidak mudah menyerah, dan mau berempati. Peserta juga mengerjakan tugas bersama dan sendiri. Sekarang, mereka didorong untuk memakai nilai itu dalam kehidupan dan mengembangkan karakter masing-masing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program ini memberi ruang bagi peserta untuk belajar karakter melalui kegiatan yang partisipatif, bukan sekadar menghafal nilai. Penugasan, diskusi, dan berbagi sudut pandang membantu peserta mengenali potensi diri yang masih perlu ditingkatkan. Pendekatan tersebut juga mendukung pemahaman tentang empati dan kepemimpinan dalam suasana belajar yang santai namun terarah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kemenpora terus memperkuat sektor kepemudaan untuk mencetak generasi muda yang tangguh dan berkarakter unggul. Komitmen tersebut diupayakan melalui penyelenggaraan sesi kedua program Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Ajang pelatihan ini secara khusus dirancang untuk menanamkan tiga nilai moral utama kepada para peserta. Kemenpora berharap program ini mampu melahirkan agen perubahan muda yang siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

1. Fokus pada tiga nilai inti

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora).

Fasilitator acara, Valentino Dinatra Soplantila, menjelaskan program ini berfokus pada penanaman nilai Patriotik, Gigih, dan Berempati (PGB). Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi utama bagi pembentukan karakter peserta selama rangkaian kegiatan.

Nilai patriotik diajarkan untuk memupuk kecintaan pada tanah air serta keyakinan, langkah sekecil apa pun dapat membawa dampak besar. Sedangkan, nilai gigih menekankan pentingnya ketangguhan mental serta inisiatif pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan.

"Harapannya, nilai-nilai ini benar-benar dimiliki oleh setiap peserta," ujar Valentino dalam keterangan resmi Kemenpora.

2. Terapkan metode belajar yang menyenangkan

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora).

Sesi pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran partisipatif yang interaktif. Para peserta diajak terlibat langsung melalui berbagai penugasan, baik secara kelompok maupun individu di dalam kelas.

Metode dua arah ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menghindari rasa bosan. Keterlibatan aktif dari peserta dengan beragam latar belakang karakter turut menghidupkan jalannya diskusi.

Dengan pendekatan yang santai namun terarah, Kemenpora menilai gaya ini lebih efektif untuk diterima oleh kalangan generasi muda. Peserta didorong untuk saling berbagi sudut pandang agar wawasan mereka tentang empati dan kepemimpinan semakin terbuka luas.

3. PGB sebagai kompas moral masa depan

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora).

Valentino berharap ketiga nilai moral tersebut tidak hanya sekadar dihafal, tetapi bisa dijadikan sebagai kompas kehidupan. Para peserta dituntut untuk mampu merefleksikan diri dan mengenali potensi karakter mana yang masih perlu ditingkatkan.

"Mereka bisa melihat setiap materi dari sudut pandang nilai-nilai tersebut dan menentukan nilai mana yang ingin dikembangkan," ujar Valentino.

Curated For You

Editorial Team

Related Article