Kemenpora Gembleng Karakter Pemuda di Wirasena Youth Camp

Kemenpora menggelar sesi kedua Wirasena Youth Camp 2026 untuk memperkuat karakter pemuda melalui nilai Patriotik, Gigih, dan Berempati.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui penugasan kelompok dan individu, diskusi, serta berbagi sudut pandang antarpeserta.
Nilai PGB diarahkan menjadi kompas kehidupan agar peserta mampu merefleksikan diri dan menentukan karakter yang ingin dikembangkan.
Jakarta, IDN Times - Kemenpora terus memperkuat sektor kepemudaan untuk mencetak generasi muda yang tangguh dan berkarakter unggul. Komitmen tersebut diupayakan melalui penyelenggaraan sesi kedua program Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Ajang pelatihan ini secara khusus dirancang untuk menanamkan tiga nilai moral utama kepada para peserta. Kemenpora berharap program ini mampu melahirkan agen perubahan muda yang siap memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
1. Fokus pada tiga nilai inti

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora). Fasilitator acara, Valentino Dinatra Soplantila, menjelaskan program ini berfokus pada penanaman nilai Patriotik, Gigih, dan Berempati (PGB). Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi utama bagi pembentukan karakter peserta selama rangkaian kegiatan.
Nilai patriotik diajarkan untuk memupuk kecintaan pada tanah air serta keyakinan, langkah sekecil apa pun dapat membawa dampak besar. Sedangkan, nilai gigih menekankan pentingnya ketangguhan mental serta inisiatif pemuda dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Harapannya, nilai-nilai ini benar-benar dimiliki oleh setiap peserta," ujar Valentino dalam keterangan resmi Kemenpora.
2. Terapkan metode belajar yang menyenangkan

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora). Sesi pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran partisipatif yang interaktif. Para peserta diajak terlibat langsung melalui berbagai penugasan, baik secara kelompok maupun individu di dalam kelas.
Metode dua arah ini sengaja dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan menghindari rasa bosan. Keterlibatan aktif dari peserta dengan beragam latar belakang karakter turut menghidupkan jalannya diskusi.
Dengan pendekatan yang santai namun terarah, Kemenpora menilai gaya ini lebih efektif untuk diterima oleh kalangan generasi muda. Peserta didorong untuk saling berbagi sudut pandang agar wawasan mereka tentang empati dan kepemimpinan semakin terbuka luas.
3. PGB sebagai kompas moral masa depan

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora). Valentino berharap ketiga nilai moral tersebut tidak hanya sekadar dihafal, tetapi bisa dijadikan sebagai kompas kehidupan. Para peserta dituntut untuk mampu merefleksikan diri dan mengenali potensi karakter mana yang masih perlu ditingkatkan.
"Mereka bisa melihat setiap materi dari sudut pandang nilai-nilai tersebut dan menentukan nilai mana yang ingin dikembangkan," ujar Valentino.



















