Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan menjelaskan dua wakil menteri yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 15 Oktober 2026, memiliki tugas berbeda. Jenderal Richard Tampubolon bertugas sebagai Wakil Menteri Pertahanan di bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan.
Richard bertanggung jawab atas pembinaan doktrin militer, penyusunan arah kebijakan strategi pertahanan nasional dan perencanaan pembangunan kekuatan TNI dalam jangka panjang.
Sementara, Marsekal Yusuf Jauhari menjabat sebagai Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi. Yusuf memiliki tugas yang mencakup modernisasi alutsista, penguatan industri pertahanan dalam negeri, alih teknologi, dan pengelolaan rantai pasok logistik pertahanan.
"Pembagian tugas itu dirancang untuk mencegah tumpang tindih kewenangan," ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait di dalam keterangan pada Jumat (16/10/2026).
Jenderal bintang satu itu juga menjelaskan keberadaan dua wamen bertujuan mengantisipasi kompleksnya tantangan pertahanan modern ke depan. Ia menyebut adanya peningkatan beban kerja membuat pembagian fokus kepemimpinan menjadi penting.
"Penetapan dua posisi Wakil Menteri Pertahanan pada saat Kabinet Merah Putih merupakan langkah antisipatif untuk merespons dinamika lingkungan strategis, kompleksitas tantangan pertahanaan modern, serta akselerasi modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional," kata Rico.
Harapannya dengan ada pembagian tugas, pengelolaan strategi pertahanan nasional dan penyediaan sarana pertahanan diharapkan berjalan lebih efisien dan terukur.
