Donny Ermawan Sebut URI Tak Sama dengan Lemhanas

- Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) untuk meningkatkan kualitas SDM dan mencetak calon pemimpin masa depan, dengan kampus pertama direncanakan di Cikasungka, Bogor.
- Gelombang pertama berisi 399 peserta dari Program Presiden untuk Masa Depan yang mengikuti pelatihan mental dasar ala militer selama 90 hari serta pendidikan sarjana empat tahun.
- Wamenhan Donny menegaskan URI berbeda dari Lemhanas karena fokus pada pendidikan manajerial, karakter, dan patriotisme bagi ASN serta pegawai BUMN.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto membentuk institusi pendidikan baru yang dinamakan Universitas Republik Indonesia (URI). Hal itu diketahui usai Prabowo melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Rabu (22/7/2026).
Donny menjelaskan, awal mula Prabowo membangun URI karena peduli terhadap kualitas sumber daya manusia, terutama calon pemimpin di masa depan. Rencananya Ketua Umum Partai Gerindra itu bakal mendirikan 10 URI di sejumlah daerah. Sedangkan gedung URI pertama direncanakan bakal dibangun di kawasan Cikasungka, Bogor.
"Nah, di sana ada (tanah milik) PTPN eks perkebunan sawit yang tidak lagi produktif dan kami alihfungsikan salah satunya untuk URI ini," ungkap Donny di Istana.
1. Prabowo terinspirasi lembaga serupa di Prancis

Sedangkan kantor sementara URI akan meminjam dua lantai di Gedung BP BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan. Mantan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu mengatakan, Prabowo terinspirasi lembaga serupa yang dimiliki oleh Prancis bernama Institut national du Service Public (INSP).
Itu merupakan lembaga untuk mendidik dan melatih calon pejabat tinggi sipil. Lembaga tersebut dibentuk pada 1 Januari 2022 oleh Presiden Emmanuel Macron.
"Beberapa pejabat tinggi dari Prancis juga merupakan lulusan sekolah tersebut. Nah, ini diharapkan juga seperti itu. Kami akan mendidik, melatih baik karakternya atau pemikirannya. Kami juga akan berikan pelatihan manajerial sehingga mereka menjadi pemimpin di masa depan," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan itu.
2. Peserta latihan mental dasar ala militer selama 90 hari

Gelombang pertama peserta URI merupakan 399 kaum muda yang tergabung di dalam Program Presiden untuk Masa Depan (P3MD). Lewat program ini, pemerintah menggembleng calon pemimpin BUMN selama 9 bulan.
Salah satu materi yang diterima oleh calon pemimpin BUMN itu adalah latihan mental dasar ala militer selama 90 hari di Satuan Bravo 90 Pasgat, Rumpin, Bogor.
"Jadi, kami melatih, membina saat ini ada 399 orang pegawai baru dari BUMN. Mereka sedang kami bina untuk menjadi seorang karyawan yang punya hati mulia, pikiran dan otak yang cerdas untuk memajukan bangsa kita," tutur dia.
Donny juga menjelaskan, selain sebagai tempat untuk menggembleng calon pegawai BUMN, Universitas Republik Indonesia (URI) turut menjadi sarana pendidikan terpadu lulusan siswa SMA unggulan dan ASN. Untuk sementara ini, kata Donny, gelar yang ditawarkan bagi lulusan URI yakni sarjana.
"(gelar) S-2 nya mungkin di masa depan ya. Sementara, ini baru gelar S-1 (yang ditawarkan)," imbuhnya.
3. Peserta menjalani pendidikan 4 tahun

Selain materi pendidikan selama empat tahun, URI turut menyediakan kursus singkat bagi para pegawai atau ASN. Meskipun, Donny menepis tugas URI tumpang tindih dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Sebab, konsep pendidikan jangka pendek yang ditawarkan di URI juga tersedia di Lemhanas.
"Kalau Lemhanas ini akan melaksanakan tugas sendiri terkait dengan ketahanan nasional. Kalau kita lebih banyak pada pendidikan manajerial, dilengkapi dengan wawasan kebangsaan, cinta kepada Tanah Air, patriotisme, punya karakter integritas yang tinggi hingga kejujuran. Jadi, nilai-nilai itu yang akan kami tanamkan kepada peserta didik di URI ini," tuturnya.



















