Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kiriman Kabut Asap Indonesis Bikin Malaysia Tunda Ujian Sekolah

3 min read
Kiriman Kabut Asap Indonesis Bikin Malaysia Tunda Ujian Sekolah
Kabut asap di Malaysia imbas dari Karhutla Kalimantan. (AFP/Mohd Rasfan)
  • Kementerian Pendidikan Malaysia menunda UASA karena kabut asap dan kekhawatiran terhadap kesehatan siswa.

  • Syed Saddiq mendorong tekanan bersama ASEAN serta pembatasan pembiayaan bagi perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan.

  • Singapura mengumpulkan data dan membuka opsi tindakan hukum berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Asia Tenggara mulai mengganggu aktivitas pendidikan di Malaysia. Kementerian Pendidikan Malaysia menunda pelaksanaan Ujian Akhir Sesi Akademik (UASA) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan demi mempertimbangkan kesehatan siswa.

Dalam pernyataan pada Kamis (15/20/2026), kementerian menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kekhawatiran orangtua dan wali murid terhadap kesehatan anak-anak mereka. Sekolah diberikan keleluasaan untuk menyusun ulang jadwal ujian dan akan menginformasikan tanggal terbaru kepada keluarga.

Di tengah situasi tersebut, anggota parlemen Malaysia dari Muar (pemuda), Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, mendesak pemerintahnya menggalang tekanan diplomatik dan finansial terhadap Indonesia terkait krisis kabut asap lintas batas. Ia mengusulkan agar negara-negara ASEAN menyampaikan protes secara bersama-sama.

Sementara itu, Singapura menyatakan tetap membuka opsi tindakan hukum terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran pemicu kabut asap. Pemerintah setempat sedang mengumpulkan data untuk menilai kemungkinan penggunaan undang-undang pencemaran lintas batas.

  1. 1. Malaysia tunda ujian demi kesehatan siswa

    bendera Malaysia
    bendera Malaysia (unsplash.com/Putra Mahirudin)

    Kementerian Pendidikan Malaysia mengakui orang tua menghadapi dilema karena ingin melindungi kesehatan anak, tetapi juga khawatir ketidakhadiran di sekolah membuat mereka melewatkan ujian.

    Karena UASA merupakan penilaian yang dikelola masing-masing sekolah, jadwal pengganti akan ditentukan oleh sekolah terkait. Kementerian menyatakan kesehatan dan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas, tanpa mengabaikan pelaksanaan penilaian akademik secara tertib.

  2. 2. Politikus muda Malaysia usul ASEAN tekan Indonesia

    Menteri Sukan dan Belia Malaysia, Syed Saddiq. instagram.com/syedsaddiq
    Menteri Sukan dan Belia Malaysia, Syed Saddiq. instagram.com/syedsaddiq

    Syed Saddiq meminta Malaysia tidak hanya mengandalkan diplomasi bilateral untuk menangani kabut asap. Ia menilai tekanan bersama ASEAN akan lebih kuat, disertai pembatasan akses pembiayaan bagi perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan.

    “Putus akses mereka. Hantam dompet mereka,” kata Syed Saddiq saat membahas Anggaran 2027 di Dewan Rakyat, seperti dikutip New Straits Times, Jumat (16/10/2026).

    Ia juga mendorong masyarakat Malaysia menggunakan daya beli untuk menekan perusahaan yang dinilai berkontribusi terhadap kabut asap. Namun, ia menegaskan perusahaan Malaysia sendiri harus ditindak jika terbukti terlibat.

    “Kita tidak boleh munafik. Jika perusahaan kita terlibat, jangan takut. Ambil tindakan terhadap perusahaan kita sendiri juga,” ujarnya.

    Syed Saddiq turut mengusulkan undang-undang serupa dengan Transboundary Haze Pollution Act milik Singapura untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan atas pencemaran lintas batas.

  3. 3. Singapura buka opsi tindakan hukum

    Potret patung ikonis Merlion dan gedung pencakar langit di Singapura.
    Potret patung ikonis Merlion yang menyemburkan air dengan latar belakang lanskap gedung pencakar langit Singapura. (pexels.com/Irene K)

    Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, mengatakan pemerintahnya sedang mengumpulkan data dan tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act yang disahkan pada 2014.

    “Kami berharap otoritas Indonesia mampu mengendalikan kebakaran. Ini merupakan tahun yang sangat sulit karena El Nino,” kata Fu kepada media lokal, Rabu malam.

    Undang-undang tersebut memungkinkan penindakan terhadap pihak yang menyebabkan atau membiarkan kebakaran apabila kabut asap membuat indeks standar polutan (PSI) bertahan pada kategori tidak sehat selama setidaknya 24 jam. Pihak yang terbukti bersalah dapat dikenai denda hingga 100 ribu dolar Singapura per hari, dengan total maksimal 2 juta dolar Singapura.

    Namun, penegakan aturan itu menghadapi kendala. Singapura sebelumnya mengakui kesulitan memperoleh informasi dari Indonesia terkait perusahaan yang dicurigai melakukan pembakaran ilegal setelah krisis kabut asap pada 2015. Hingga kini, empat perusahaan masih diselidiki.

    Krisis tersebut juga berdampak pada kehidupan sehari-hari warga Singapura. Pada Kamis pukul 11.00 waktu setempat, PSI berada di kisaran 127–211, dengan wilayah barat mencatat angka tertinggi. Permintaan pembersih udara dan masker ikut meningkat, sementara otoritas penerbangan bersiap menyesuaikan operasional jika jarak pandang memburuk.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More