Isrudin (kopiah putih), jemaah haji kloter PLM 13 ikhlas dan sabar mendampingi empat lansia yang menggunakan kursi roda, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian antarjemaah (dok. MCH 2026)
Layanan Ibadah (87,01) adalah nilai indeks tertinggi dari seluruh jenis layanan di bandara. Jemaah merasa pembimbing ibadah di bandara sangat responsif (nilai 87,46) dan mampu memberikan pendampingan khusus kepada jemaah yang sakit atau uzur (nilai 87,55) sejak menit pertama mereka mendarat.
BPS juga menemukan bahwa jemaah sangat puas dengan konsumsi di bandara (86,49). Hal ini dibuktikan dari tingginya Indeks Proses (86,94) yang menandakan bahwa distribusi konsumsi di area arrival bandara berjalan sangat mulus dan cepat.
Di sini Layanan Transportasi (85,36) & Layanan Petugas (83,64). Kesiapan bus dan militansi petugas di bandara dinilai sangat memuaskan, di mana petugas kloter dan sektor bandara dinilai mampu memimpin dan mengatur jemaah dengan baik (nilai 86,96).
Perbedaan antara Indeks Output dan Indeks Proses di Daker Bandara juga terpantau sangat tipis. Hal ini mengindikasikan bahwa hasil layanan yang dirasakan oleh jemaah benar-benar sejalan dan sinkron dengan proses Standard Operating Procedure (SOP) yang dijalankan oleh para petugas di lapangan.
Amalia berharap, dengan tingginya kepuasan jemaah dan sempurnanya kinerja, terutama di gerbang kedatangan seperti bandara, hasil pengukuran IKLHI ini dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan. Tujuannya satu: memastikan kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tidak pernah turun kelas dari tahun ke tahun.