HJKB ke-216, Asep Mulyadi Dorong Pemkot Bandung Responsif ke Warga

Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi meminta Pemkot lebih responsif terhadap laporan warga pada HJKB ke-216, tanpa menunggu persoalan viral terlebih dahulu.
Asep menekankan tindak lanjut keluhan harus cepat, terukur, dan tuntas, termasuk penertiban banner hingga sisa tali demi estetika serta keselamatan warga.
Ia mendorong pelayanan publik yang profesional dan humanis, serta koordinasi proyek pembangunan lintas sektor agar terintegrasi, tidak tumpang tindih, dan tidak mengganggu warga.
Jakarta, IDN Times - Memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, Ketua DPRD Kota Bandung H. Asep Mulyadi mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk lebih responsif dalam menangani berbagai persoalan dan keluhan masyarakat.
Menurut Asep, momentum HJKB tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Pemerintah Kota Bandung hari ini dituntut untuk mampu mengantisipasi sekaligus merespons setiap laporan dan keluhan masyarakat. Jangan sampai masyarakat harus membuat persoalannya viral terlebih dahulu baru kemudian ada gerakan,” ujar Asep.
1. Keluhan warga perlu segera ditindaklanjuti

Gedung Sate: ikon Kota Bandung (website kompas.com) Asep menilai respons terhadap persoalan warga perlu menjadi perhatian seluruh jajaran Pemerintah Kota Bandung, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, perangkat daerah hingga aparat kewilayahan.
“Ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah harus hadir sebelum persoalan menjadi besar. Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat, terukur dan tuntas,” katanya.
Ia juga menyoroti persoalan penataan kota, salah satunya penertiban banner atau alat peraga yang berada di sejumlah sudut Kota Bandung.
Menurut Asep, penertiban perlu dilakukan secara menyeluruh agar tidak meninggalkan bagian yang berpotensi mengganggu estetika maupun keselamatan warga.
“Kalau banner ditertibkan, lakukan dengan tuntas. Jangan sampai bannernya sudah dicopot, tetapi talinya masih menggantung dan justru mengganggu estetika kota bahkan berpotensi membahayakan masyarakat,” tegasnya.
2. Pelayanan publik perlu semakin humanis

Ilustrasi pejalan kaki di Kota Bandung (Unsplash.com/Zulfikar Arifuzzaki) Selain penataan kota, Asep menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengingatkan bahwa Bandung dikenal dengan budaya someah hade ka semah, sehingga nilai tersebut diharapkan tercermin dalam pelayanan pemerintah.
“Masih ada kritik masyarakat terkait pelayanan publik yang belum ramah. Bandung identik dengan warganya yang someah hade ka semah. Maka semangat itu juga harus hadir dalam pelayanan pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap berbagai layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan hingga layanan kesehatan, dapat diberikan secara profesional, cepat, mudah, dan humanis.
“Target kita bukan sekadar pelayanan selesai secara administratif, tetapi masyarakat merasa dilayani dengan baik. Ini yang saya kira harus terus diperbaiki,” tambah Asep.
3. Proyek pembangunan perlu terintegrasi

Gedung sate Kota Bandung (Unsplash.com/Arfan Husni Hasibuan) Asep juga meminta Pemkot Bandung memperkuat harmonisasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.
Menurutnya, pekerjaan infrastruktur perlu direncanakan secara terpadu agar tidak terjadi tumpang tindih yang dapat menyebabkan pemborosan anggaran, mengganggu aktivitas warga, maupun merusak pekerjaan yang sebelumnya telah selesai.
“Jangan sampai ada satu pekerjaan proyek yang mengganggu atau bahkan merusak proyek lainnya. Perencanaan dan koordinasi antar-OPD harus diperkuat,” kata Asep.
Ia menilai pembangunan Kota Bandung membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat, termasuk antara pemerintah kota, perangkat daerah, aparat kewilayahan hingga pihak-pihak yang melaksanakan pekerjaan infrastruktur.
“Bandung ini kota yang terus bergerak dan berkembang. Karena itu, pembangunan harus dikerjakan secara terintegrasi. Jangan bekerja sendiri-sendiri,” katanya.
Di usia ke-216, Asep berharap Kota Bandung semakin mampu memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas, sekaligus menjaga wajah kota tetap tertata, nyaman, dan indah.
“Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216. Mari kita jadikan momentum ini sebagai evaluasi dan komitmen bersama untuk menghadirkan Bandung yang semakin nyaman, tertata, pelayanan publiknya semakin baik, dan pemerintahnya semakin responsif terhadap masyarakat,” pungkasnya. (WEB)


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















