Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua DPD: Transformasi Ekonomi Prabowo Ibarat Cabut Duri dalam Daging
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyebut transformasi ekonomi Presiden Prabowo seperti mencabut duri: menyakitkan, tetapi diperlukan untuk mengatasi hambatan perekonomian nasional.
  • Hambatan yang disorot meliputi ketergantungan impor, rendahnya nilai tambah SDA, under invoicing, transfer pricing, dan inefisiensi yang dinilai menggerus daya saing.
  • DPD menilai Danantara, ekspor satu pintu, swasembada pangan-energi, serta program sosial terintegrasi mendukung kemandirian ekonomi; Sultan juga mencatat pertumbuhan di atas 5 persen dan inflasi terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sultan bilang rencana ekonomi Presiden Prabowo seperti mencabut duri dari daging. Rasanya sakit, tapi perlu supaya luka sembuh. Duri itu seperti terlalu banyak impor dan hal lain yang bikin ekonomi susah. Sultan memuji Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Pemerintah sedang membuat program makanan, sekolah, pangan, energi, dan koperasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengibaratkan transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo Subianto seperti mencabut duri dalam daging. Menurutnya, proses tersebut memang tidak nyaman dan menimbulkan rasa perih, tetapi diperlukan agar persoalan yang menghambat perekonomian nasional dapat diselesaikan.

“Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging. Mencabut duri tentu tidak nyaman. Ada rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh,” kata Sultan dalam Sidang Bersama DPD dan DPR RI 2026, Jumat (14/8/2026).

Sultan mengatakan, ‘duri’ yang dimaksud antara lain ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, serta berbagai hambatan yang dinilai menggerus daya saing nasional.

“Transformasi ekonomi menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak mudah demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, dan berdaya saing,” ujar Sultan.

Sultan menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang dinilainya kompak dan saling melengkapi dalam menegakkan martabat bangsa. Ia juga mengapresiasi berbagai program yang berorientasi pada kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik dunia.

“DPD RI menyampaikan apresiasi yang tulus, kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang secara kompak dan saling melengkapi, dalam menegakkan martabat bangsa,” kata Sultan.

Menurut Sultan, Presiden Prabowo juga telah mengambil langkah strategis untuk mengembalikan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi.

Dalam pandangan DPD RI, kebijakan seperti Danantara, Kebijakan Ekspor Satu Pintu, swasembada pangan dan energi, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih merupakan sistem kebijakan yang terintegrasi dan saling terkait.

Sultan juga menyebut sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya menunjukkan perkembangan, termasuk pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap konsisten di atas 5 persen, inflasi yang terkendali, peningkatan tax ratio, serta upaya menurunkan kemiskinan dan kesenjangan.

Editorial Team

Related Article