Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Khotbah Wukuf Haji 2026: Jemaah Diminta Jernihkan Hati dan Lisan
Jemaah haji BDJ 18 asal Kalimantan Selatan memasuki areal tenda di Arafah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
  • Khotbah Wukuf Haji 2026 menekankan pentingnya menjernihkan hati dan menjaga lisan sebagai wujud ketakwaan serta menghindari ucapan yang dapat melukai sesama jemaah di Arafah.
  • Makna haji mabrur dijelaskan sebagai perubahan sikap setelah ibadah, tercermin dalam kelembutan hati, kesantunan lisan, kesabaran, dan kepedulian sosial di kehidupan sehari-hari.
  • Konsep Tri Sukses Haji disampaikan mencakup sukses ritual, ekonomi haji, dan peradaban; jemaah juga diajak mendoakan Indonesia agar tetap aman, damai, serta diberkahi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Banyak orang berhaji berkumpul di Padang Arafah. Ada Kiai Asep yang bicara supaya semua jemaah punya hati bersih dan tidak berkata kasar. Mereka diajak banyak berdoa dan minta ampun pada Allah. Kiai bilang haji yang baik bikin orang jadi lebih sabar, lembut, dan peduli. Semua juga mendoakan Indonesia agar aman dan damai selalu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Suasana Padang Arafah pada puncak ibadah haji 9 Zulhijjah 1447 Hijriah dipenuhi pesan mendalam tentang ketakwaan, persaudaraan, dan kemabruran haji.

Dalam naskah Khotbah Wukuf Haji 2026 bertajuk “Tri Sukses Haji: Jalan Menuju Haji Mabrur dan Kemaslahatan Bangsa”, jemaah diajak menjernihkan hati dan menjaga lisan selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

Khotbah mengingatkan jemaah bahwa wukuf di Arafah bukan sekadar hadir secara fisik, melainkan momentum kembali kepada Allah SWT dengan hati yang tunduk dan penuh pengharapan.

Dalam khotbah tersebut juga disampaikan hadis Rasulullah SAW:

“اَلْحَجُّ عَرَفَةُ”

“Haji adalah Arafah.”

Dengan kata lain, wukuf di Arafah adalah penanda sempurnanya ibadah haji.

1. Ada pesan untuk jaga hati dan lisan

Jemaah haji BDJ 18 asal Kalimantan Selatan memasuki areal tenda di Arafah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Pesan itu menekankan makna mendalam wukuf sebagai ruang perenungan diri. Jemaah diajak menyadari, kemuliaan sejati tidak lahir dari jabatan, kekayaan, maupun status sosial, melainkan dari ketakwaan di hadapan Allah SWT.

Khotbah juga menyoroti pentingnya menjaga hati dan ucapan selama menjalani rangkaian ibadah haji. Jemaah diminta tidak larut dalam keluhan maupun perkataan yang dapat melukai sesama.

“Di tempat ini, mari kita tundukkan hati, kita jernihkan niat, kita bersihkan lisan dari keluhan yang tidak perlu dan berpotensi melukai hati orang lain,” kata K.H. Asep Saifuddin Chalim, dalam khotbahnya.

Selain itu, jemaah diingatkan memperbanyak doa dan istighfar pada Hari Arafah. Rasulullah SAW bersabda:

“خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ”

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”

2. Bahas haji mabrur

Jemaah haji BDJ 18 asal Kalimantan Selatam memasuki areal tenda di Arafah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Khotbah Wukuf 2026 juga mengulas makna haji mabrur. Kemabruran tidak berhenti pada selesainya manasik, tetapi tercermin dalam perubahan sikap setelah pulang ke Tanah Air.

“Haji mabrur adalah perubahan hidup yang akan menampakkan diri pada wujud hati yang lebih lembut, ibadah yang lebih terjaga, lisan yang lebih santun, sikap yang lebih sabar dan bijak, serta kepedulian yang lebih nyata dalam kehidupan,” ujar Kiai Asep.

Dalam khotbah itu, jemaah juga diajak memperkuat persaudaraan dan menjaga akhlak di tengah jutaan umat Islam dari berbagai negara. Perbedaan bahasa, budaya, dan warna kulit disebut luluh dalam semangat tauhid di Arafah.

Ayat Al-Qur’an yang dibacakan dalam khotbah yakni Surah Al-Hujurat ayat 13:

“يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ”

“Wahai manusia, sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

3. Ada penyampaian Tri Sukses Haji

Suasana Jabal Rahmah jelang Wukuf di Arafah, Sabtu (15/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Khotbah juga memuat konsep Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses keadaban serta peradaban. Ketiganya disebut menjadi arah pelayanan haji demi menghadirkan kemaslahatan bagi umat dan bangsa Indonesia.

Menjelang penutupan khotbah, jemaah diajak mendoakan Indonesia agar tetap aman, damai, dan diberkahi. Para pemimpin bangsa juga didoakan menjadi sosok amanah, adil, serta mencintai rakyat.

Khotbah ditutup dengan doa agar ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan fisik, melainkan melahirkan ketakwaan, keikhlasan, persaudaraan, dan pengabdian yang lebih tulus kepada agama, bangsa, serta kemanusiaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article