Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo (YouTube/IDN Times)

Jakarta, IDN Times - Debat perdana calon presiden (capres) 2024 telah berlangsung pada 12 Desember 2023 lalu. Pada debat pertama tersebut, ketiga capres membahas tema pemerintahan, hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyoroti beberapa masalah yang jadi perdebatan. Salah satunya soal konflik berkepanjangan di Papua. KontraS menilai, capres nomor urut dua Prabowo Subianto, gagal paham mengenai masalah kemanusiaan yang terus berlangsung di Papua.

“Capres nomor 2 gagal paham terkait problematika kemanusiaan yang terus berlangsung  dan ingin melanjutkan pendekatan militerisasi di Papua,” kata Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, dikutip Kamis (14/12/2023).

1. Prabowo menilai masalah Papua soal separatisme hingga campur tangan asing

Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (YouTube/IDN Times)

Dia mengatakan, gagal paham itu terlihat dari jawaban Prabowo yang menanggapi masalah di Papua adalah soal separatisme, campur tangan asing, dan pihak yang ingin Indonesia disintegrasi.

“Hal ini kami anggap sebagai pandangan yang keliru total, dan gagalnya Prabowo dalam menangkap akar masalah yang menyebabkan konflik dan kekerasan di Papua,” kata dia.

2. Normalisasi pendekatan militer di Papua

Ilustrasi debat calon presiden dan wakil presiden jelang pemilihan presiden (pilpres) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Prabowo dianggap menormalisasi pendekatan militerisasi lewat pengerahan aparat keamanan, dan stigmatisasi dengan menyebut kelompok pro-kemerdekaan sebagai separatis-teroris. 

Padahal, menurut Dimas, selama bertahun-tahun jalan ini tidak berhasil dalam menuntaskan persoalan di Papua karena dalam setahun terakhir saja disebut ada 46 peristiwa kekerasan terhadap warga sipil di Papua. Hal ini menyebabkan 66 orang terluka dan 41 orang tewas.

3. LIPI sudah paparkan ada empat akar masalah di Papua

Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, pada 1 September 2019. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Dimas menyebutkan rumusan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menyatakan bahwa ada empat akar masalah di Papua. Mulai dari marginalisasi dan efek diskriminatif terhadap orang asli Papua sejak 1970, kegagalan pembangunan terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat, adanya kontradiksi sejarah dan konstruksi identitas politik antara Papua dan Jakarta, dan pertanggungjawaban atas kekerasan negara di masa lalu terhadap warga negara Indonesia di Papua.

4. Komitmen capres nomor satu dan tiga positif

Tiga paslon capres 2024 dalam debat capres di KPU (YouTube/IDN Times)

KontraS juga menyoroti bagaimana capres nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, menawarkan jalan duduk bersama dan dialog terkait akar masalah Papua. 

Sementara capres nomor urut satu Anies Baswedan mengungkap persoalan ketidakadilan di Papua, mencegah berulangnya kekerasan dan menyelesaikan lewat dialog co-partisipatif. 

“Kami menilai bahwa komitmen kedua capres ini positif, tetapi belum sepenuhnya komprehensif, sebab waktunya sangat terbatas dalam menanggapi yakni hanya satu menit,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article