Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Koordinator Diduga Dianiaya, BEM UI: Ada Indikasi Mencurigakan

2 min read
Koordinator Diduga Dianiaya, BEM UI: Ada Indikasi Mencurigakan
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • BEM UI menilai penyerangan terhadap Hafidz Hernanda memiliki sejumlah kejanggalan dan bukan sekadar pencurian dengan kekerasan.

  • Keberadaan sarung tangan lateks, lakban, serta barang lain turut dipertanyakan dalam dugaan modus penyerangan.

  • Polda Metro Jaya menyatakan masih mendalami dugaan penganiayaan terhadap Hafidz di kawasan Tebet.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - BEM Universitas Indonesia (BEM UI) menilai penyerangan terhadap Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI 2024, Hafidz Hernanda alias Bapis, bukan sekadar kasus pencurian dengan kekerasan. Mereka menyoroti sejumlah kejanggalan dalam insiden yang terjadi di Tebet, Jakarta Selatan.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra mengatakan sejumlah barang yang ditemukan turut menjadi alasan mereka mempertanyakan modus penyerangan tersebut.

“Penyerangan ini tidak dapat kami atribusikan sebagai insiden pencurian biasa, karena di dalam kronologi kasus tersebut dan barang bukti yang ditemukan, terdapat beberapa indikasi yang patut menimbulkan kecurigaan atas modus operandi dari insiden ini,” kata Fathimah di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2024).

  1. 1. FindMy Hafiz disebut sudah mati sebelum serangan

    Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
    Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra di Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)

    Legal Consultant BEM UI, Adi, mengatakan, serangan terhadap Hafidz diperkirakan terjadi pukul 23.50 WIB. Namun, fitur FindMy milik Hafidz disebut sudah dimatikan pukul 23.39 WIB. Menurut BEM UI, Hafidz tidak mengetahui fitur tersebut dimatikan.

    “Pertama, bahwa ketika diperiksa, FindMy milik Bapis dimatikan pada pukul 23.39 WIB,” kata Adi.

  2. 2. Pelaku disebut tak langsung mengambil barang

    Aliansi BEM UI di Aksi Simbolik Matinya Reformasi Polri di depan Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).
    Aliansi BEM UI di Aksi Simbolik Matinya Reformasi Polri di depan Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

    BEM UI menyoroti pelaku yang disebut lebih dulu memukuli Hafidz setelah menendang motornya. Menurut mereka, pelaku tidak langsung mengambil motor maupun barang berharga. Ponsel Hafidz disebut baru diambil setelah pertikaian selesai.

    “Fakta tersebut menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah untuk melakukan pembegalan,” kata dia.

  3. 3. Ada sarung tangan dan lakban

    Kepala Bidang Sosial Politik BEM UI, Muhammad Hafizh Hernanda.
    Kepala Bidang Sosial Politik BEM UI, Muhammad Hafizh Hernanda. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Adi mengatakan, sejumlah barang ditemukan di antara barang bawaan pelaku, yakni sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan korek api. BEM UI juga menyebut ada dua orang lain yang terlihat di lokasi dan kemudian pergi bersama pelaku.

    “Bahwa di antara barang bawaan pelaku, kami juga menemukan sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan juga korek api,” kata Adi.

    Hafidz Hernanda dianiaya orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tebet Barat Dalam IX, Jakarta Selatan, Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 23.50 WIB.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, kepolisian sedang mendalami peristiwa tersebut.

    “Ini kita sangat prihatin atas insiden yang terjadi. Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet, adanya pemukulan atau pun dugaan penganiayaan kepada salah satu dari organisasi mahasiswa,” kata Budi, Selasa (6/10/2026).

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More