Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata telah memulai penyelidikan dugaan korupsi terkait kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Hal itu dibenarkan Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu.
"Saat ini sudah mulai penyelidikan," ujarnya kepada wartawan pada Senin (27/102/2025).
Asep enggan merinci lebih detail. Biasanya, penyelidikan berlangsung tertutup.
"Nanti lebih rinci dengan Juru Bicara," ujarnya.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo juga membenarkan proses penyelidikan yang tengah dilakukan KPK. Budi berharap setiap pihak yang memiliki dan atau informasi terkait hal ini bisa menyampaikannya ke lembaga antirasuah itu.
"Tentu setiap informasi dan data, baik yang disampaikan melalui saluran pengaduan masyarakat, itu tentu juga bisa menjadi pengayaan bagi tim, untuk menelusuri dan mengungkap perkara ini," ujarnya.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan pihaknya mendukung proses hukum yang tengah dilakukan. KCIC siap bekerja sama dalam perkara ini.
"KCIC akan bekerja sama dengan KPK untuk proses penyelidikannya," ujarnya
Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang muncul pada periode kedua Presiden ketujuh RI Joko Widodo. Pembangunannya dimulai pada 21 Januari 2016.
Kereta cepat yang membentang sepanjang 142,3 Km dari Jakarta ke Bandung diresmikan Jokowi pada 2 Oktober 2023.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
KPK Mulai Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. (dok. KCIC)
Curated For You
- China Buka Suara soal Kontroversi Utang Kereta Cepat Whoosh24 Okt 2025, 14:32 WIB
Editorial Team
EditorIlyas Listianto Mujib
Related Article
Taksi Listrik Tertemper KRL di Stasiun Karet Jakarta25 Agu 2026, 00:06 WIB
BMKG Sebut Musim Kemarau Sulsel Masih di Puncak, Peralihan Bisa Mundur24 Agu 2026, 23:29 WIB
Pemprov Sulsel Pertimbangkan Anggaran Pengangkatan PPPK Penuh Waktu24 Agu 2026, 23:28 WIB
11 Ribu Guru PPPK Sulsel Menanti Kepastian Status Pegawai Pusat24 Agu 2026, 23:25 WIB
Geledah Rektorat Unsoed, KPK Sita Sejumlah Bukti24 Agu 2026, 23:09 WIB
AS Ancam Putus Jalur Ekonomi Iran, China Jadi Titik Krusial24 Agu 2026, 22:46 WIB
Didukung Polri, Majelis Nurul Musthofa Gelar Jakarta Bersholawat24 Agu 2026, 22:42 WIB
Prabowo Minta Karhutla Sumsel Cepat Diatasi, Tambahan Bantuan Disegerakan24 Agu 2026, 22:38 WIB
Imigrasi Sumut Gandeng BP3MI, Polda dan Kodam Dorong Sinergi PIMPASA24 Agu 2026, 22:24 WIB
Kuasa Hukum Minta Publik Tak Khawatirkan Praperadilan Febrie Adriansyah24 Agu 2026, 22:15 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Calon Dirjen WHO24 Agu 2026, 22:05 WIB
Kesimpulan Polri: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Sesuai Aturan24 Agu 2026, 21:42 WIB
Nobar Film SOLATA di Makassar Sambil Donasi untuk Korban Gempa NTT24 Agu 2026, 21:00 WIB
232 Kasus Karhutla Landa Jateng, Warga Diminta Waspadai Kemarau, Klaten Terbanyak24 Agu 2026, 21:00 WIB
Jelang Setahun Affan Wafat, Rumah Keluarga di Bogor Tampak Sepi24 Agu 2026, 20:47 WIB
Mata Pencaharian Hilang, Warga Desak Desa Adat Sade segera Dibangun24 Agu 2026, 20:45 WIB
Layani 3.101 Korban Gempa NTT, Tim NTB Ungkap Myalgia Jadi Penyakit Terbanyak24 Agu 2026, 20:44 WIB
Karhutla Mulai Mengancam Kaltim, 200 Lebih Titik Api Terdeteksi24 Agu 2026, 20:44 WIB
Bawa Taksi Listrik BYD e6, Bluebird Prime Layani Penumpang di Semarang24 Agu 2026, 20:41 WIB
200 Kali Water Bombing Tekan Karhutla Kalbar, Hotspot Sisa 28 Titik24 Agu 2026, 20:20 WIB