Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Calon Dirjen WHO

Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Calon Dirjen WHO
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk daftar calon kandidat Direktur Jenderal WHO yang diusulkan Indonesia, menurut laman resmi organisasi tersebut.
  • Budi tercatat bersama tiga calon lain, yakni Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, dan Hans Henri P. Kluge dari Belgia.
  • WHO menyatakan daftar akan diperbarui setelah kandidat serta proposal resmi dipublikasikan; Budi sebelumnya berkiprah di perbankan, BUMN, dan isu ketahanan kesehatan global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar prospective candidates atau calon kandidat untuk posisi Direktur Jenderal (Director-General) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Nama Budi tercantum dalam laman resmi WHO yang memuat informasi mengenai individu-individu yang diusulkan untuk menduduki posisi Direktur Jenderal WHO. Dalam daftar tersebut, Budi tercatat sebagai kandidat yang diusulkan oleh Indonesia.

  1. 1. Budi bersama tiga daftar kandidat lain

    IMG-20260824-WA0035.jpg
    Budi Gunadi Sadikin masuk dalam calon dirjen WHO/ tangkapan layar laman resmi WHO

    Selain Budi, terdapat tiga nama lain yang tercantum dalam daftar calon kandidat tersebut. Mereka yakni Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Dr Hanan Balkhy yang diusulkan Arab Saudi, serta Dr Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia.

    “Halaman ini memberikan informasi mengenai individu-individu yang diusulkan untuk menduduki jabatan Direktur Jenderal WHO.” tulis laman WHO dikutip Senin, (24/8/2026).

  2. 2. Budi Gunadi diusulkan oleh Indonesia

    WhatsApp Image 2026-08-19 at 15.03.36.jpeg
    Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau rumah sakit darurat di NTT. (Uni Lubis/IDN Times)

    Laman WHO menjelaskan, daftar tersebut memuat individu yang diusulkan untuk posisi Direktur Jenderal WHO. Sebelum publikasi resmi kandidat dan proposal pencalonan, calon kandidat dapat terlebih dahulu dicantumkan di laman WHO.

    WHO juga menyebut laman tersebut akan diperbarui setelah kandidat dan proposal resmi dipublikasikan untuk mencerminkan status pencalonan masing-masing individu.

    Dengan demikian, tercantumnya nama Budi Gunadi Sadikin dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mengusulkan Menteri Kesehatan tersebut dalam proses pemilihan Direktur Jenderal WHO.

  3. 3. Profil Budi Gunadi Sadikin

    20260624_101016(1).jpg
    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

    Budi merupakan salah satu menteri di era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin yang dipercaya melanjutkan kiprah sebagai menteri.

    Budi Gunadi Sadikin pertama kali menjabat sebagai Menteri Kesehatan saat menggantikan Terawan Agus Putranto pada 23 Desember 2020. Tak seperti sebagian besar menteri kesehatan sebelumnya, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memiliki latar belakang bankir dan profesional di bidang korporasi. Ia malang melintang di dunia perbankan hingga akhirnya menjabat Direktur Utama Bank Mandiri periode 2013-2016.

    Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era Jokowi-Ma'ruf Amin. Saat menjabat Wamen BUMN, Budi membidangi BUMN Keehatan dan Farmasi. Posisi itu membuatnya terlibat aktif dalam penanganan pandemik COVID-19.

    Selama menjabat Menkes di era Prabowo, Budi Gunadi menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Program ini mulai berjalan pada Februari 2025.

    Di kancah internasional, Budi Gunadi Sadikin aktif membawa isu kedaulatan dan ketahanan kesehatan Indonesia ke forum global.

    Pada World Health Assembly (WHA) ke-79 di Jenewa pada Mei 2026, Budi tampil sebagai pembicara dalam forum yang turut dihadiri Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dengan mendorong penguatan produksi lokal dan regional produk kesehatan demi memperkuat ketahanan sistem kesehatan global.

    Dalam forum tersebut, Budi menyoroti ketimpangan akses dan lemahnya koordinasi sebagai tantangan besar kesehatan dunia setelah pandemik COVID-19.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More