Didukung Polri, Majelis Nurul Musthofa Gelar Jakarta Bersholawat

- Puluhan ribu jemaah memadati Monas pada 22 Agustus 2026 untuk Jakarta Bersholawat, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
- Majelis Nurul Musthofa mengajak generasi muda meneladani akhlak Rasulullah SAW, mempererat silaturahmi ulama, umara, dan masyarakat, serta menggelar doa keselamatan bangsa.
- Didukung Polri dan Pemprov DKI, acara turut mendoakan pemulihan daerah bencana di Kalimantan, NTT, dan Aceh serta menekankan pembangunan mental dan karakter umat.
Jakarta, IDN Times - Puluhan ribu jemaah dari berbagai wilayah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/8/2026) malam untuk menghadiri kegiatan Jakarta Bersholawat yang digelar Majelis Nurul Musthofa bersama Pemprov DKI Jakarta dan dukungan Polri.
Kegiatan diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan HUT kemerdekaan RI dengan dihadiri sekitar 20.000 hingga 25.000 jemaah.
Selain mempererat tali silaturahmi antara ulama, umara, dan masyarakat, gelaran tahunan ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta pemulihan wilayah-wilayah di Indonesia yang sedang terdampak bencana alam.
1. Digelar di tengah atmosfer Kemerdekaan Indonesia

Majelis Nurul Musthofa sukses gelar Jakarta Bersholawat. (Dok. Majelis Nurul Musthofa) Ketua Panitia Pelaksana Jakarta Bersholawat sekaligus perwakilan Majelis Nurul Musthofa, Syakir Daulay, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk mengajak anak muda meneladani akhlak Rasulullah SAW di tengah atmosfer peringatan kemerdekaan Indonesia.
"Nah, hari ini kita mengadakan Jakarta Bersholawat yang kedua kalinya di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Sebuah keistimewaan yang apalagi di hari kemerdekaan ini, kita sama-sama menjaga akhlak generasi-generasi bangsa dengan sama-sama mengajak mereka mencontoh Rasulullah SAW," ujar Syakir dalam keterangan resmi.
2. Menggalang doa bagi korban bencana

Majelis Nurul Musthofa sukses gelar Jakarta Bersholawat. (Dok. Majelis Nurul Musthofa) Selain penanaman nilai-nilai keagamaan, gelaran Jakarta Bersholawat kali ini dapat dukungan penuh dari Polri dalam menggalang doa untuk masyarakat yang terkena musibah di sejumlah daerah.
Syakir mengapresiasi perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengamanatkan agar momen berkumpulnya puluhan ribu jemaah ini dimanfaatkan untuk mendoakan penanganan dan pemulihan di wilayah bencana seperti Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Aceh.
"Beliau (Listyo) mengamanatkan kepada kami semuanya, dan kami pun mendoakan atas amanat beliau mendoakan bangsa, negara, dan juga agama, khususnya lokasi-lokasi bencana yang sedang dalam pemulihan dan juga sedang dalam tindakan," tutur Syakir.
3. Ucapan terima kasih bagi mereka yang bersholawat

Majelis Nurul Musthofa sukses gelar Jakarta Bersholawat. (Dok. Majelis Nurul Musthofa) Pimpinan Majelis Talim Nurul Musthofa, Habib Athos bin Hasan Assegaf menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut mendukung suksesnya acara Jakarta Bershalawat.
“Kepada seluruh element yang telah membantu mensukseskan acara Jakarta Bersholawat, utamanya Pemprov DKI dan Kapolri, semoga kita bisa terus bersinergi ke depannya untuk kegiatan-kegiatan positif,” kata Habib Athos.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan di ibu kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan mental dan karakter umat.
“Membangun yang saat ini dilakukan, pembangunan fisik juga dilakukan, tetapi membangun umat juga harus dilakukan. Jakarta lebih sejuk, lebih damai, lebih rukun, dan insyaAllah kegiatan-kegiatan ini bisa terus kita lakukan setiap tahunnya," ujar Arifin.
















