Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lansia di Tambun Selatan Disiram Air Keras Sepulang Salat Subuh
Seorang pria lansia, Tri Wibowo menjadi korban penyerangan air keras oleh orang tak dikenal (OTK) sepulang salat subuh dari musala di Kawasan Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026). (Dok. Istimewa)
  • Seorang lansia bernama Tri Wibowo diserang air keras oleh dua pelaku tak dikenal sepulang salat subuh di Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Bekasi.
  • Rekaman CCTV menunjukkan dua pelaku berboncengan motor dan menyiramkan cairan ke tubuh korban sebelum kabur dari lokasi kejadian.
  • Pihak kepolisian Tambun Selatan bersama Sat Reskrim Polres Metro Bekasi telah melakukan olah TKP dan masih menyelidiki motif serta memeriksa saksi-saksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pria lanjut usia (lansia), Tri Wibowo, menjadi korban penyerangan air keras oleh orang tak dikenal (OTK) sepulang salat subuh dari musala di Kawasan Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (30/3/2026).

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku berjumlah dua orang. Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor dan memakai helm tertutup. Keduanya menyiramkan air keras ke tubuh korban, lalu melarikan diri.

Dalam rekaman CCTV, korban terlihat berjalan meronta kesakitan sambil mengelap wajah menggunakan pakaian yang dipakainya.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya bersama Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

"Sudah monitor. Tadi kami sudah lakukan olah TKP bersama Satuan Reskrim Polres," kata Wuriyanti saat dikonfirmasi.

Wuriyanti belum dapat memberikan keterangan detail mengenai kronologi hingga motif atas kejadian ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi," ucapnya.

Ia meminta masyarakat luas bersabar, pihaknya masih mendalami kasus ini.

"Mohon doanya ya, semoga kasus ini segera terungkap," tuturnya.

Editorial Team