Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wajah Baru Layanan Kesehatan DKI, Kian Dekat dengan Warga
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam peluncuran tiga program unggulan di bidang kesehatan, yakni Layanan Kesehatan Warga Jakarta (Pasukan Putih), JakCare, dan JakAmbulans. (jakarta.go.id)
  • Pemprov DKI Jakarta meluncurkan tiga program layanan kesehatan unggulan — Pasukan Putih, JakCare dan JakAmbulans — yang telah menjangkau puluhan ribu warga sejak diresmikan pada Mei 2025.

  • Indikator kesehatan Jakarta terus membaik, ditandai dengan cakupan UHC 98,74 persen, angka harapan hidup tertinggi nasional sebesar 76,27 tahun dan target penurunan stunting hingga 12,3 persen pada 2030.

  • Didukung aplikasi JakSehat, 336 puskesmas, lebih dari 3.000 klinik dan 194 rumah sakit yang seluruhnya telah terakreditasi, Jakarta membangun sistem kesehatan yang semakin digital, merata dan terstandarisasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kualitas layanan kesehatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini makin terasa dampaknya bagi warga ibu kota. Di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, sederet program inovatif resmi meluncur dan menjangkau masyarakat hingga ke sudut-sudut pemukiman padat.

Fokus utama tertuju pada tiga layanan unggulan, yaitu Pasukan Putih (Layanan kunjungan medis langsung ke rumah bagi para lansia dan penyandang disabilitas berat), JakCare (Layanan telekonsultasi kesehatan mental gratis yang siap sedia melayani warga selama 24 jam nonstop), dan JakAmbulans (Layanan evakuasi darurat medis cepat tanggap untuk situasi krusial).

1. Jumlah pengguna terus meningkat

Layanan JakAmbulans bagi warga DKI Jakarta (jakarta.go.id)

Sejak diresmikan pada Mei 2025 lalu, jumlah pengguna ketiga program ini terus meningkat. JakCare tercatat telah melayani 3.753 warga di sepanjang tahun 2025. Layanan yang terintegrasi dalam aplikasi Jakarta Kini (JAKI) ini menangani berbagai persoalan psikologis warga, mulai dari stres kerja hingga masalah adiksi, seperti kecanduan gim dan rokok.

Sementara Pasukan Putih sudah melakukan kunjungan kepada 55.642 warga hingga Mei 2026. Jumlah tersebut setara dengan 92,35 persen dari total sasaran sebanyak 60.250 orang.

Untuk JakAmbulans, layanan ini menangani lebih dari 8.000 aktivitas setiap bulan berdasarkan data hingga Maret 2026. Kasusnya pun bermacam-macam, mulai dari penanganan kegawatdaruratan medis hingga bantuan mobilitas pasien.

2. Indikator kesehatan DKI Jakarta semakin baik

Ilustrasi layanan kesehatan. (magnific.com/pressfoto)

Selain program strategis, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya meningkatkan berbagai indikator kesehatan. Di sisi akses layanan kesehatan, Jakarta telah mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,74 persen. Ini artinya, hampir seluruh warga Jakarta telah memiliki perlindungan jaminan kesehatan.

Angka umur harapan hidup DKI Jakarta juga mencapai 76,27 tahun, tertinggi di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik pada tahun 2025. Selain itu, prevalensi stunting di DKI Jakarta saat ini tercatat sebesar 17,2 persen dan ditargetkan terus turun hingga 12,3 persen pada 2030.

3. Membangun sistem kesehatan yang kuat

Ilustrasi layanan kesehatan yang terintegrasi di aplikasi JAKI (Jakarta Kini). (jakarta.go.id)

Akses cepat dan kualitas prima jadi dua kunci utama Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh. Guna mewujudkan hal tersebut, Dinkes DKI menghadirkan inovasi digital lewat aplikasi JakSehat.

Lewat satu aplikasi ini, warga Jakarta bisa dengan mudah mendaftar ke fasilitas kesehatan, melakukan skrining mandiri, mengakses layanan kesehatan jiwa, hingga mendapat bantuan darurat secara cepat.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan mutu layanan terus dijaga ketat melalui standar akreditasi. Bahkan, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov DKI kini sudah 100 persen terakreditasi, menyusul rumah sakit swasta lain di Jakarta.

Menariknya, Dinkes DKI tidak cuma mengandalkan standar formal. Ulasan langsung dari warga juga jadi acuan penting. "Kualitas layanan selalu kami jaga. Selain lewat akreditasi, kami juga rutin memantau survei kepuasan masyarakat dan ulasan warga di Google Review," ungkap Ani.

Saat ini, benteng pelayanan kesehatan di ibu kota ditopang oleh 336 puskesmas dan puskesmas pembantu, lebih dari 3.000 klinik, serta 194 rumah sakit yang siap melayani kebutuhan medis lebih dari 11 juta warga Jakarta. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article