Ilustrasi layanan kesehatan yang terintegrasi di aplikasi JAKI (Jakarta Kini). (jakarta.go.id)
Akses cepat dan kualitas prima jadi dua kunci utama Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh. Guna mewujudkan hal tersebut, Dinkes DKI menghadirkan inovasi digital lewat aplikasi JakSehat.
Lewat satu aplikasi ini, warga Jakarta bisa dengan mudah mendaftar ke fasilitas kesehatan, melakukan skrining mandiri, mengakses layanan kesehatan jiwa, hingga mendapat bantuan darurat secara cepat.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan mutu layanan terus dijaga ketat melalui standar akreditasi. Bahkan, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov DKI kini sudah 100 persen terakreditasi, menyusul rumah sakit swasta lain di Jakarta.
Menariknya, Dinkes DKI tidak cuma mengandalkan standar formal. Ulasan langsung dari warga juga jadi acuan penting. "Kualitas layanan selalu kami jaga. Selain lewat akreditasi, kami juga rutin memantau survei kepuasan masyarakat dan ulasan warga di Google Review," ungkap Ani.
Saat ini, benteng pelayanan kesehatan di ibu kota ditopang oleh 336 puskesmas dan puskesmas pembantu, lebih dari 3.000 klinik, serta 194 rumah sakit yang siap melayani kebutuhan medis lebih dari 11 juta warga Jakarta. (WEB)