Jakarta, IDN Times – Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026 tidak bisa dipandang sebagai lawatan bilateral biasa. Menurut dia, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia menempatkan diri dalam perancangan tatanan ekonomi dan keamanan baru di kawasan Indo-Pasifik.
Azis mengatakan, sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar dunia sering kali bermula dari peristiwa diplomatik yang pada awalnya tampak biasa.
“Dalam konteks itulah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026 layak dipahami. Bukan semata sebagai lawatan bilateral antara Jakarta dan Paris, melainkan sebagai bagian dari proses yang lebih besar: upaya Indonesia menempatkan dirinya di dalam ruang perancangan tatanan ekonomi dan keamanan Indo-Pasifik abad ke-21,” ujar Azis dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
