Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Media Berperan bagi ASEAN? Ini Kata Menlu Filipina

Benarkah Media Berperan bagi ASEAN? Ini Kata Menlu Filipina
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Menlu Filipina Maria Theresa Lazaro menegaskan media berperan strategis membangun kepercayaan publik terhadap ASEAN dengan menjembatani diplomasi kawasan dan masyarakat.
  • Media dinilai bukan sekadar pengamat, melainkan mitra yang menerjemahkan proses diplomasi kompleks serta kebijakan regional menjadi informasi relevan bagi hampir 700 juta penduduk ASEAN.
  • Filipina ingin memperkuat dialog ASEAN-media melalui ASEAN Media Forum, dengan menekankan pemberitaan akurat, adil, dan mendalam untuk memperluas pemahaman publik tentang kerja sama kawasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Manila, IDN Times - Pemerintah Filipina menegaskan, media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap ASEAN. Di tengah berbagai tantangan geopolitik dan derasnya arus informasi digital, media dinilai menjadi penghubung utama antara proses diplomasi kawasan dengan masyarakat.

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro mengatakan, berbagai kesepakatan yang dihasilkan ASEAN hanya akan bermakna apabila dapat dipahami oleh masyarakat luas.

“Setiap deklarasi yang kita adopsi, setiap pernyataan yang kita keluarkan, setiap perjanjian yang kita capai, dan setiap konsensus yang kita bangun hanya akan memiliki makna ketika semuanya sampai kepada masyarakat kita,” ujar Lazaro saat membuka ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila, Filipina, Rabu (29/7/2026).

1. Media bukan sekadar pengamat

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Lazaro mengatakan, media tidak hanya berperan melaporkan hasil pertemuan ASEAN, tetapi juga menerjemahkan berbagai proses diplomasi yang kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, melalui pemberitaan media, berbagai kebijakan regional dapat dipahami sebagai keputusan yang berdampak langsung terhadap kehidupan hampir 700 juta penduduk ASEAN.

“Melalui kesabaran dan ketelitian Anda dalam menelaah dokumen-dokumen penting, serta komitmen Anda menerjemahkan bahasa diplomasi menjadi kisah yang dapat dipahami masyarakat, pekerjaan ASEAN menjadi bermakna,” katanya.

Ia menegaskan, Filipina memandang media sebagai mitra, bukan sekadar pengamat jalannya Keketuaan ASEAN.

“Karena itulah kami selalu memandang media bukan hanya sebagai pengamat Keketuaan Filipina di ASEAN, tetapi sebagai mitra dalam mengomunikasikan tujuan dan maknanya,” ujarnya.

2. Perkuat dialog ASEAN dan media

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Lazaro mengatakan, penyelenggaraan ASEAN Media Forum selama satu dekade menunjukkan pentingnya membangun komunikasi yang lebih erat antara ASEAN dan komunitas media. Menurutnya, Filipina yang kembali menjadi Ketua ASEAN pada 2026 ingin melanjutkan komitmen tersebut dengan memperkuat dialog bersama insan pers.

“Satu dekade kemudian, ketika Filipina kembali memegang Keketuaan ASEAN, kami memperbarui komitmen yang sama untuk memperkuat dialog antara ASEAN dan komunitas media,” katanya.

Ia berharap, media dapat terus membantu menjelaskan berbagai kebijakan ASEAN secara lebih utuh sehingga masyarakat memahami manfaat nyata kerja sama kawasan.

3. Komunikasi jadi bagian penting diplomasi

Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila.
Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Lazaro menilai di tengah gejolak, ketidakpastian, dan perubahan yang cepat, cara ASEAN mengomunikasikan pekerjaannya menjadi sama pentingnya dengan kebijakan yang dihasilkan. Karena itu, ia meminta media terus menyampaikan informasi mengenai ASEAN secara akurat, adil, dan mendalam.

“Kami mengandalkan kemitraan Anda untuk memastikan kerja ASEAN disampaikan secara akurat, adil, dan mendalam, bukan hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya kerja sama regional,” ujar Lazaro.

Ia berharap, kolaborasi antara ASEAN dan media dapat semakin diperkuat, terutama menjelang berakhirnya masa Keketuaan Filipina, sehingga masyarakat semakin memahami relevansi ASEAN dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More