Putin Tuduh Barat Gunakan Cara Terorisme untuk Kalahkan Rusia

- Vladimir Putin menuduh Barat memakai cara terorisme karena gagal mengalahkan Rusia di medan perang, menyusul dukungan Barat kepada Ukraina dan serangan drone di Rusia.
- Putin mengatakan tekanan, sanksi finansial, dan Russophobia tidak akan memecah rakyat Rusia; ia mengklaim sanksi tersebut lebih merugikan pihak yang menjatuhkannya.
- Rusia menuduh Ukraina meluncurkan lebih dari 390 drone ke Moskow dan sekitarnya, dengan 81 dihancurkan saat mendekat; serangan kedua pihak terhadap infrastruktur terus berlanjut.
Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin menuding Barat menggunakan cara terorisme untuk mengalahkan Rusia di medan perang. Namun, menurutnya, rencana ini dilakukan karena Barat gagal mengalahkan Rusia.
“Mereka tidak dapat mengalahkan Rusia di medan perang dan sekarang menggantungkan pada cara terorisme untuk melawan rakyat kami. Namun, rakyat Rusia akan bertahan dan tidak akan menyerah,” tuturnya, dikutip dari EFE, Rabu (29/7/2026).
Pernyataan Putin disampaikan menyusul dukungan negara-negara Barat ke Ukraina. Terlebih setelah serangan drone Ukraina yang menyasar fasilitas energi, pabrik senjata, dan gudang e-commerce di Rusia.
1. Sebut Rusia akan merespons segala perlakuan buruk

Putin menambahkan, rakyat Rusia akan merespons tekanan dari luar dengan persatuan di dalam negeri. Menurutnya, rakyat Rusia yang multietnis akan mampu bertahan dari segala ancaman luar.
Presiden Rusia itu mengatakan, sejak awal perang Ukraina, Barat sudah meluncurkan mesin Russophobia. Cara itu digunakan untuk memecah belah rakyat Rusia dengan sejumlah sanksi ke sistem finansial dan perbankan di Rusia.
“Namun, semua sanksi yang ditujukan kepada Rusia, kenyataannya justru berdampak buruk pada inisiator bahkan lebih buruk daripada yang dialami Rusia,” ungkapnya.
2. Putin sebut Rusia akan mencapai kemenangan di Ukraina

Pada saat yang sama, Putin mengungkapkan bahwa semua tentara yang berperang di Ukraina selama 4,5 tahun didukung oleh seluruh rakyat. Menurutnya, Rusia akan mencapai tujuan dan kemenangan.
Presiden Rusia itu memastikan bahwa kondisi saat ini adalah masa-masa paling menentukan dalam sejarah Rusia. Ia menilai bahwa masa depan dan nasib dari negara Eurasia tersebut dalam risiko.
3. Rusia tuding Ukraina luncurkan lebih dari 390 drone ke Moskow

Wali Kota Moskow, Sergei Sobianin mengatakan bahwa serangan drone Ukraina terus ditujukan ke wilayahnya. Ia menyebut, Ukraina sudah meluncurkan lebih dari 390 drone ke Moskow dan sekitarnya, tapi mayoritas drone itu berhasil ditembak jatuh.
“Mayoritas drone Ukraina tersebut berhasil dinetralisir oleh sistem pertahanan udara, sebanyak 81 di antaranya dihancurkan saat akan mendekati wilayah Moskow,” terangnya, dikutip dari Democrata.
Pernyataan ini disampaikan menyusul tingginya intensitas serangan Ukraina di Rusia. Sebaliknya, Rusia juga terus meluncurkan serangan di infrastruktur pelabuhan Ukraina di pesisir Laut Hitam.






















