Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Indonesia-Jerman Bedah Potensi Barelang Jadi Kawasan Terpadu
Mahasiswa Indonesia dan TUM Jerman mengikuti Summer Course 2026 di Barelang (dok Kementras)
  • Summer Course 2026 mempertemukan mahasiswa TUM Jerman dan kampus Indonesia untuk mengkaji Barelang sebagai kawasan ekonomi transmigrasi terpadu berbasis pertanian, perikanan, dan akses ke Batam.

  • Peserta melakukan observasi, diskusi, serta berbagi pengetahuan di Barelang hingga 10 Oktober, lalu mempresentasikan gagasan pengembangan kawasan di Semarang pada 13 Oktober.

  • Kementerian Transmigrasi menyiapkan mess, jalan, drainase, dan taman, sementara kajian sebelumnya mencakup bisnis rumput laut, pertanian urban, rantai nilai lokal, studi teknis, serta survei Tanjung Banon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, Kepulauan Riau, menjadi ruang untuk mengembangkan dan menguji gagasan baru pembangunan kawasan transmigrasi. Upaya tersebut salah satunya dikaji melalui Summer Course 2026 yang melibatkan mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi Indonesia.

Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Nirwan Ahmad Helmi, mengatakan Barelang memiliki karakter kawasan yang memungkinkan pengembangan berbagai potensi secara terintegrasi.

"Peserta Summer Course akan belajar dan bekerja bersama. Barelang menawarkan lingkungan bagi pembangunan wilayah yang terintegrasi, yang merupakan arah pembangunan, yakni sebuah kawasan ekonomi transmigrasi terpadu yang menggabungkan pertanian dan perikanan dengan akses ke pusat Batam yang luas" ucapnya, Minggu (4/10/2026).

1. Lihat ekosistem Barelang untuk dikembangkan

Mahasiswa Indonesia dan TUM Jerman mengikuti Summer Course 2026 di Barelang (dok Kementras)

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Bondan Djati Utami, mengatakan kegiatan Summer Course diarahkan untuk melihat bagaimana ekosistem Barelang dapat dikembangkan berdasarkan potensi yang telah ada.

“Concern (perhatian) mereka lebih ke arah bagaimana perkembangan, mengembangkan ekosistem yang ada di sini. Pengembangan kawasan Barelang seperti apa,” ujarnya.

2. Susun gagasan pengembangan kawasan

20 mahasiswa Technical University of Munich (TUM), Jerman, bersama sejumlah perguruan di Indonesia dalam Summer Course 2026/

Para peserta melakukan observasi, diskusi, dan berbagi pengetahuan selama berada di Barelang hingga 10 Oktober. Informasi mengenai perkembangan Barelang dan Kota Batam juga menjadi bahan pembanding bagi peserta dalam menyusun gagasan pengembangan kawasan.

Hasil pembelajaran tersebut nantinya akan dipresentasikan setelah peserta melanjutkan kegiatan di Semarang.

“Output-nya itu nanti mereka akan berbagi ke kita. Mereka nanti pada saat di Semarang, mereka akan presentasi hasilnya mereka di tanggal 13, selama mereka di Semarang,” jelasnya.

3. Berbagai kajian dalam Summer Course

Mahasiswa Indonesia dan TUM Jerman mengikuti Summer Course 2026 di Barelang (dok Kementras)

Pengembangan Barelang juga didukung dengan penyiapan infrastruktur kawasan. Direktur Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Robi Suherman Ponglabba, mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung kegiatan Summer Course.

“Kalau saya di sini, untuk kegiatan itu adalah penyiapan infrastrukturnya, seperti persiapan Mess Patriot, kemudian kita infrastruktur di luarnya seperti jalan, drainase, kemudian taman-tamannya,” ungkapnya.

Pengembangan gagasan Barelang juga tidak berdiri sendiri. Peserta Summer Course dapat membangun pengetahuan dari hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot yang sebelumnya telah ditempatkan di kawasan tersebut.

Empat tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebelumnya mengerjakan sejumlah bidang yang saling melengkapi.

Kajian tersebut mencakup pengembangan bisnis rumput laut, pertanian perkotaan, penguatan rantai nilai komoditas lokal, studi kelayakan teknis, hingga survei terpadu Tanjung Banon.

Curated For You

Editorial Team

Related Article