Kapal Induk Garibaldi Sudah Lewat Batam, Segera Bersandar di Jakarta

- Kapal induk helikopter ITS Giuseppe Garibaldi hibah Italia telah melintasi perairan dekat Batam dan Selat Singapura, menuju Indonesia dari Colombo melalui rute ALKI I yang dinilai aman.
- Saat memasuki perairan Indonesia, Garibaldi akan dikawal KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320 untuk latihan PASSEX, sekaligus agenda diplomasi maritim TNI AL.
- Garibaldi dijadwalkan tampil pada Naval Parade HUT ke-81 TNI di Teluk Jakarta, serta dipersiapkan untuk OMSP, terutama penanggulangan bencana dan distribusi logistik helikopter.
Jakarta, IDN Times - Kapal induk helikopter ITS Giuseppe Garibaldi terpantau pada Rabu, 16 September 2026 telah melintasi perairan di perbatasan Batam dan Selat Singapura. Kapal hibah dari Italia itu sudah berlayar dari Pelabuhan Colombo, Sri Lanka menuju ke Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (AL), Laksamana Pertama TNI Tunggul mengonfirmasi pergerakan kapal induk tersebut. Jalur pelayaran kapal tersebut menggunakan rute resmi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.
"Terkait rute pelayaran Garibaldi saat ini sudah bertolak dari Port of Colombo, Sri Lanka menuju ke Indonesia,"ungkap Tunggul ketika dikonfirmasi pada Rabu, 16 September 2026.
Ia pun memastikan alur pelayaran yang dilewati kapal induk tersebut tergolong aman. TNI AL, kata Tunggul, juga sudah merencanakan rute tersebut sejak awal.
"Rute pelayaran Garibaldi sudah direncanakan dengan matang melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang dipilih sangat aman," tutur dia.
1. Kapal Garibaldi akan dikawal dua kapal perang saat masuk perairan Indonesia

Kapal fregat KRI Prabu Siliwangi-321 ketika tiba di dermaga 107, Jakarta Utara usai melalui perjalanan selama satu bulan. (IDN Times/Santi Dewi) Lebih lanjut, Tunggul mengatakan saat Kapal Garibaldi melintas di perairan Indonesia, bakal didampingi dua kapal perang milik TNI AL yakni KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320. Kedua kapal tersebut akan melakukan simulasi latihan bersama di laut atau Passing Exercise (PASSEX) bersama kapal induk Garibaldi.
"Garibaldi direncanakan melaksanakan latihan passex dengan dua unsur KRI kita saat pelayaran menuju ke Tanah Air," perwira tinggi TNI AL itu.
Pergerakan kapal induk menuju kawasan Laut Natuna ini sekaligus menjadi bagian dari agenda diplomasi maritim TNI AL. Tunggul menggaris bawahi Indonesia terus mengedepankan kerja sama dengan negara sahabat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.
"TNI AL memegang prinsip diplomasi untuk menciptakan stabilitas keamanan di kawasan, melalui patroli bersama dengan seluruh negara sahabat," tutur dia.
2. Kapal induk Garibaldi akan ditunjukkan ke publik saat HUT TNI

Kapal Giuseppe Garibaldi yang sudah berlayar dari Italia menuju ke Indonesia. (Dokumentasi istimewa) Sementara, kapal induk Garibaldi akan ditunjukkan perdana ke publik jelang HUT ke-81 TNI. Kapal akan ikut serta dalam kegiatan Naval Parade atau Sailing Pass dan Fly Pass pada Minggu, 4 Oktober 2026 di perairan Teluk Jakarta. Presiden Prabowo Subianto direncanakan memimpin acara Naval Parade tersebut.
Tunggul mengatakan, Prabowo akan naik kapal induk bekas buatan Italia itu. "Sailing pass rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI di Teluk Jakarta. Kapal Garibaldi akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut," kata Tunggul pada Selasa, 15 September 2026.
Ketika ditanyakan apakah saat itu bakal dilakukan prosesi penamaan kapal Garibaldi, Tunggul meminta publik menunggu acaranya. Berdasarkan informasi, Garibaldi akan dinamakan KRI Sriwijaya dan bukan KRI Gadjah Mada.
3. Kapal Garibaldi disiapkan untuk operasi militer selain perang

Ilustrasi kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi.(seaforces.org) Sementara, Kementerian Pertahanan menyatakan kapal induk atau aircraft carrier Giuseppe Garibaldi yang akan diterima Indonesia direncanakan untuk operasi militer selain perang (OMSP), khususnya penanggulangan bencana. Kemhan mengatakan, meski berstatus hibah, pemerintah tetap menyiapkan anggaran untuk kebutuhan pemeliharaan, perbaikan, dan retrofit.
"Ada kaitannya dengan biaya pemeliharaan, perbaikan, retrofit namanya, karena kapal ini rencananya nanti akan digunakan untuk operasi militer selain perang, khususnya penanggulangan bencana," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait di Jakarta pada 26 Februari 2026.Rico menjelaskan, keberadaan helideck di kapal yang mampu menampung hingga enam helikopter akan mempermudah distribusi logistik dan personel ketika terjadi bencana. Selain itu, kapal-kapal kecil juga bisa suplai ulang bahan bakar minyak (BBM) dan logistik ke kapal induk.
"Kalau itu kemarin misalnya kita sudah punya pada saat bencana di Sumatra, mungkin akan memudahkan bagi helikopter dalam pendistribusian logistik, pendistribusian barang, manusia, dan sebagainya tanpa harus bolak-balik ke pangkalan atau lanud yang cukup jauh. Padahal kalau mungkin kita sudah punya kapal ini, akan lebih efektif dan efisien," tutur dia.
Ia menegaskan, kepemilikan Giuseppe Garibaldi nantinya tidak akan membuat Indonesia menjadi agresif."Tidak ada niatan dari bangsa kita, bangsa Indonesia, dengan memiliki kapal induk seperti ini bersifat agresif, itu tidak ada. Sekali lagi, ini akan digunakan untuk bantuan-bantuan kemanusiaan, operasional atau operasi militer selain perang," imbuhnya.



















