Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Kritik Ketimpangan Era Prabowo: Kekayaan 50 Orang Setara 55 Juta Warga
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) membacakan evaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/10/2026). (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Mahasiswa Forum Komite Selamatkan Daulat Rakyat mengkritik ketimpangan ekonomi selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, karena kesejahteraan dinilai belum dirasakan merata dan kelas menengah terbebani biaya hidup.

  • Dalam Maklumat Nasional di Tugu Proklamasi, mereka menyebut kekayaan 50 orang terkaya setara harta 55 juta rakyat Indonesia, menyoroti jurang antara kelompok kaya dan warga biasa.

  • Mahasiswa mendesak perbaikan tata kelola ekonomi untuk mengurangi kesenjangan, lalu melanjutkan aksi dengan isu korupsi, kebebasan berpendapat, lingkungan, serta biaya pendidikan dan kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahasiswa mengkritik ketimpangan ekonomi selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka melalui pembacaan Maklumat Nasional.
  • Who?
    Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menyampaikan kritik dan mendesak pemerintah membenahi tata kelola kebijakan ekonomi.
  • Where?
    Maklumat Nasional dibacakan di Tugu Proklamasi, Jakarta. Aksi lanjutan dijadwalkan berlangsung di Tugu Tani, Jakarta.
  • When?
    Kritik disampaikan pada Selasa, 20 Oktober 2026. Aksi lanjutan di Tugu Tani dijadwalkan pukul 15.00 WIB.
  • Why?
    Mahasiswa menilai kesejahteraan belum dirasakan merata, kelas menengah menghadapi tekanan biaya hidup, dan ketimpangan terlihat antara kelompok kaya dengan masyarakat umum.
  • How?
    Mahasiswa membacakan maklumat secara bergantian, menyoroti kekayaan 50 orang terkaya, serta membawa isu ekonomi, korupsi, kebebasan berpendapat, lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa dari Komite Sadar berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta. Mereka bilang uang 50 orang paling kaya sama banyaknya dengan uang 55 juta warga. Mereka merasa banyak orang masih susah membeli kebutuhan. Mereka minta pemerintah Prabowo dan Gibran memperbaiki aturan ekonomi. Setelah itu, mereka mau lanjut aksi di Tugu Tani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyampaian kritik mahasiswa melalui maklumat nasional menunjukkan ruang partisipasi publik tetap digunakan untuk menyoroti persoalan yang dirasakan masyarakat. Dengan mengangkat ketimpangan ekonomi, biaya hidup, pendidikan, kesehatan, hingga kebebasan berpendapat, mereka mendorong perhatian yang lebih terarah terhadap tata kelola kebijakan dan kebutuhan kelompok rentan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sejumlah mahasiswa mengkritik ketimpangan ekonomi selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menilai, kesejahteraan yang dijanjikan pemerintah belum dirasakan secara merata, sementara masyarakat kelas menengah masih menghadapi tekanan biaya hidup.

Kritik tersebut disampaikan melalui Maklumat Nasional yang dibacakan bergantian di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dalam maklumatnya, mahasiswa membandingkan kehidupan kelompok berpenghasilan tinggi dengan pedagang kaki lima dan masyarakat yang harus berhati-hati mengatur pengeluaran untuk kebutuhan pokok.

"Kesenjangan terlihat nyata ketika harta 50 orang terkaya di negeri ini setara dengan kekayaan 55 juta rakyat Indonesia. Butuh ratusan tahun bagi warga biasa harus bekerja setiap hari untuk menyamai kekayaan para oligarki," kata mahasiswa membacakan maklumat tersebut.

Mereka menilai, kesejahteraan sosial hanya menjadi janji jika ketimpangan tidak ditangani. Mahasiswa pun mendesak pemerintah memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi untuk mengurangi kesenjangan sosial.

"Jika terus begini, kesejahteraan sosial yang digaung-gaungkan hanya omon-omon belaka. Maka, benahilah tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial!" kata mereka membacakan maklumat itu.

Setelahnya mereka akan melanjutkan aksi di Tugu Tani yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 WIB. Komite Sadar membawa sejumlah isu, di antaranya persoalan ekonomi, korupsi, kebebasan berpendapat, kerusakan lingkungan, serta mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article