Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia akan menyampaikan kekhawatirannya kepada Indonesia imbas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Kabut asap akibat karhutla itu terasa semakin parah, terutama di Sarawak. Malaysia juga akan menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani kebakaran hutan yang diduga menyebabkan kabut asap tersebut.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, mengatakan, Malaysia serius menangani kondisi tersebut. Hal itu dilakukan melalui Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, yang akan mengirim surat kepada mitranya di Indonesia dan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Sekretariat ASEAN.
“Mekanisme ASEAN lebih efektif dalam memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengkoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia untuk mengatasi penyebab kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap polusi udara lintas batas. Surat tersebut akan diserahkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam satu atau dua hari ke depan agar tindakan tindak lanjut dan koordinasi di tingkat regional dapat segera dilakukan,” kata Mohamad Hasan usai Pertemuan ke-27 tentang Pelaksanaan Pertukaran Surat (EOL-27) di Bandar Seri Begawan, dikutip dari The Vibes, Sabtu (22/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama Malaysia dan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan serta kabut asap yang menyebar ke wilayah negara lain.
Wilayah yang berada dekat perbatasan Malaysia-Indonesia, Serian, membuat kekhawatiran Malaysia meningkat setelah kualitas udara di wilayah itu memburuk pada Jumat (21/8/2026) pagi.
Data Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan indeks polusi udara (API) di markas kepolisian distrik Serian mencapai 242 pada pukul 06.00 waktu setempat. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Malaysia pun mendorong penguatan kerja sama dengan Indonesia dalam upaya mencegah kebakaran hutan sekaligus menekan dampak kabut asap.
Malaysia juga memilih mengangkat persoalan ini melalui mekanisme ASEAN sehingga upaya penanganan kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab kedua negara, tetapi dilakukan melalui kerja sama yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN.
