Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengecam penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Amerika Serikat. Bahkan, Megawati menyebutnya sebagai penculikan.
"Saya menyampaikan sikap tegas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terhadap setiap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya melalui operasi militer yang telah memicu kecaman internasional," ujar Megawati dalam Rakernas I PDIP 2026 di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Megawati menilai tindakan tersebut sangat mencederai semangat perdamaian dunia yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia mengingatkan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melawan segala bentuk penjajahan sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.
"Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperialisme modern, yang mengingkari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip dasar hubungan antarbangsa. Bangsa Indonesia menolak tatanan internasional yang membenarkan dominasi kekuatan atas kedaulatan bangsa lain," ujarnya.
Presiden ke-5 Republik Indonesia ini mengingatkan dunia internasional, kekerasan militer tidak akan pernah bisa menjadi jalan keluar untuk membangun peradaban atau demokrasi. PDI Perjuangan secara resmi menyerukan agar seluruh konflik global diselesaikan melalui meja diplomasi.
"PDI Perjuangan menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan hukum internasional, bukan melalui kekerasan yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil," ujarnya.
Maduro ditangkap pasukan AS melalui operasi militer yang digelar pada Sabtu (3/1/2026). Dia kini ditahan di AS bersama istrinya yang langsung diterbangkan ke New York. Setelah penangkapan tersebut, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengambil alih kepemimpinan negara sebagai presiden sementara.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Megawati Kecam Penculikan Presiden Maduro Oleh AS: Ingkari Piagam PBB

Megawati Soekarnoputri (dok.PDIP)
Curated For You
- Panas! Rusia Kerahkan Kapal Perang ke Venezuela setelah Maduro Tumbang07 Jan 2026, 18:13 WIB
Editorial Team
EditorSatria Permana
Related Article
Indonesia dan Tiongkok Perkuat Kemitraan untuk Aksi Iklim-Lingkungan31 Jul 2026, 08:49 WIB
Kebakaran di Tallo Makassar Hanguskan 50 Rumah, 90 Keluarga Terdampak31 Jul 2026, 08:38 WIB
Bank bjb Raup Laba Rp783 Miliar, Naik 58,8 Persen dalam 6 Bulan31 Jul 2026, 08:30 WIB
Relawan Sebut Rindu Warga NTT ke Jokowi Bak Menanti Keluarga Pulang31 Jul 2026, 08:04 WIB
Harga Emas Antam dan Perhiasan Lampung 31 Juli 2026, Fluktuatif?31 Jul 2026, 08:03 WIB
Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Pemkot Janji Evaluasi Animal Welfare31 Jul 2026, 08:00 WIB
Labelisasi 'Londo Ireng'’, Sosiolog Ingatkan Bahaya Chilling Effect31 Jul 2026, 08:00 WIB
Merasa Berbeda dari yang Lain? Jangan Khawatir, Justru Itu Kelebihanmu31 Jul 2026, 08:00 WIB
Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini Jumat 31 Juli 2026, Cek Lengkapnya!31 Jul 2026, 07:59 WIB
Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Kemenag Siapkan Layanan Kesehatan31 Jul 2026, 07:52 WIB
Siapkan Payung! Ini Prakiraan Cuaca Solo Raya Jumat 31 Juli 202631 Jul 2026, 07:41 WIB
Jogja Last Friday Ride #195 Malam Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya!31 Jul 2026, 07:36 WIB
Wajah Baru Stasiun Tawang Semarang, Ini yang Berubah Usai Revitalisasi31 Jul 2026, 07:30 WIB
Polisi Diadang Warga Klambir Lima, Minta Lepaskan Tersangka Narkoba31 Jul 2026, 07:12 WIB
Prakiraan Cuaca Perairan Lampung 31 Juli 2026, Gelombang Tinggi!31 Jul 2026, 07:02 WIB
Rugikan Negara Rp4,5 Miliar, 3 Pejabat PDAM Bekasi Ditangkap Kejari31 Jul 2026, 07:00 WIB
Anti Ngos-ngosan! Cara Kuasai Metode Napas 2-2 saat Lari Jarak Jauh31 Jul 2026, 07:00 WIB
Jerman Catat Hampir 10 Ribu Kematian akibat Suhu Panas 31 Jul 2026, 06:32 WIB
Ruang Kelas SD di Semarang Tertimpa Pohon, Siswa Belajar Bergantian31 Jul 2026, 06:30 WIB
Prakiraan Cuaca Lampung 31 Juli 2026, Hujan di 7 Kabupaten31 Jul 2026, 06:01 WIB