Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menag Dorong Pesantren Cetak Pemimpin Adaptif dengan Kondisi Zaman
Menteri Agama, Nasaruddin Umar (dok. Kemenag)
  • Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren memperkuat peran dalam mencetak pemimpin adaptif dan profesional yang mampu menghadapi tantangan zaman modern.
  • Pesantren dinilai berperan penting menjaga nasionalisme serta membentuk karakter kebangsaan dengan mengintegrasikan nilai keislaman dan komitmen terhadap persatuan Indonesia.
  • Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pesantren memperkuat kelembagaan lebih dari 42 ribu pesantren sebagai pelaksanaan UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mendorong pesantren untuk terus memperkuat perannya dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga kemampuan manajerial untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di era modern. Pesan tersebut Nasaruddin sampaikan saat membuka kegiatan Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah (Pendiri NU, Penggerak NKRI) yang berlangsung di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Dalam arahannya, Nasaruddin menilai, pesantren memiliki kekhasan tersendiri yang membedakannya dari lembaga pendidikan lain. Karena itu, penguatan Direktorat Jenderal Pesantren perlu difokuskan pada upaya memperteguh jati diri, tradisi keilmuan, serta keunggulan pesantren sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional.

"Pesantren memiliki landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang khas. Keunggulan itu harus terus diperkuat agar pesantren mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman," ujar Nasaruddin Umar dalam keterangannya, dikutip Jumat (5/6/2026).

1. KH. Wahab Hasbullah jadi teladan kepemimpinan pesantren

Menteri Agama, Nasaruddin Umar (dok. Kemenag)

Pada kesempatan tersebut, Menag mengangkat sosok KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai figur yang mampu menunjukkan perpaduan antara kepemimpinan visioner dan kemampuan mengelola organisasi secara efektif. Menurutnya, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama itu tidak hanya dikenal luas sebagai penggerak organisasi dan perjuangan bangsa, tetapi juga memiliki kemampuan membangun tata kelola organisasi yang profesional dan berkelanjutan.

"Pesantren ke depan tidak cukup hanya melahirkan figur pemimpin yang kharismatik. Pesantren juga harus melahirkan pengelola yang profesional, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan lembaga," kata dia.

Nasaruddin juga mencontohkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang mampu menyatukan kualitas kepemimpinan dan manajemen dalam satu pribadi. Nilai tersebut dinilai relevan untuk menjadi rujukan dalam pengembangan pesantren di masa mendatang.

2. Pesantren punya peran besar jaga nasionalisme anak bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Selain membahas penguatan kapasitas kelembagaan, Nasaruddin juga menekankan pentingnya mempertahankan tradisi nasionalisme yang selama ini tumbuh kuat di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus membentuk karakter kebangsaan masyarakat Indonesia.

"Pesantren sejak awal telah membuktikan bahwa nilai-nilai keislaman dan komitmen kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam membangun Indonesia," ucap dia.

3. Kemenag berupaya perkuat peran pesantren

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said (dok. Kemenag)

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menjelaskan kegiatan bedah buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran strategis pesantren sekaligus menghidupkan kembali warisan pemikiran para ulama. Dia menilai, pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren menjadi momentum penting dalam perjalanan pengembangan pesantren di Indonesia.

Kehadiran lembaga tersebut merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sekaligus penguatan kelembagaan bagi lebih dari 42 ribu pesantren yang tersebar di berbagai daerah.

"Ini merupakan capaian bersejarah bagi dunia pesantren. Kami bersyukur pesantren kini memiliki penguatan kelembagaan yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat," ujar Basnang.

Editorial Team

Related Article