Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendagri Sebut Dukcapil Jadi Tulang Punggung E-Government Nasional
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Rakornas Dukcalil di Hotel Bidakara, Jakarta (3/8/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Mendagri Tito Karnavian menyebut data Dukcapil sebagai fondasi E-Government dan Satu Data Indonesia karena mencakup sekitar 290 juta penduduk serta diperbarui secara real time.
  • Pemerintah mengembangkan portal terintegrasi agar masyarakat mengakses pendidikan, kesehatan, bansos, dan administrasi kependudukan secara digital, dengan data Dukcapil terhubung ke berbagai instansi.
  • Pemerintah menyiapkan penguatan infrastruktur Dukcapil senilai sekitar Rp3,5 triliun untuk storage, bandwidth, keamanan siber, dan server cadangan demi menjaga layanan digital tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menegaskan data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menjadi fondasi utama pembangunan sistem pemerintahan digital atau E-Government di Indonesia. Menurutnya, transformasi layanan publik berbasis digital tidak akan berjalan optimal tanpa didukung data kependudukan yang akurat dan selalu diperbarui.

Hal itu disampaikan Tito saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026). Ia menjelaskan data kependudukan yang dikelola Dukcapil merupakan satu-satunya basis data yang mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia dan diperbarui secara real time.

"Data yang terlengkap dan ter-update tiap hari, tiap menit, tiap detik itu adalah data Dukcapil. Oleh karena itulah, Dukcapil menjadi bagian penting dari sistem pemerintahan digital yang sedang dibangun," ujar Tito.

1. Data Dukcapil jadi pondasi SPBE dan Satu Data Indonesia

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Rakornas Dukcalil di Hotel Bidakara, Jakarta (3/8/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Tito mengatakan pemerintah tengah mempercepat pembangunan Electronic Government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang menjadi arahan Presiden RI, Prabowo Subianto. Bersamaan dengan itu, pemerintah menyiapkan implementasi Satu Data Indonesia sebagai basis integrasi data lintas kementerian dan lembaga.

Menurutnya, kedua program tersebut akan menggunakan data kependudukan Dukcapil sebagai fondasi utama karena memiliki cakupan paling lengkap dan diperbarui secara terus-menerus.

Ia menyebut data Dukcapil telah mencakup sekitar 290 juta penduduk Indonesia atau mendekati 99 persen populasi. Data tersebut tidak hanya memuat identitas dasar, tetapi juga dilengkapi biometrik berupa face recognition, sidik jari (fingerprint), hingga iris mata yang dihimpun secara real time dari seluruh kantor Dukcapil kabupaten dan kota.

"Data ini bergerak setiap detik. Ada yang lahir, meninggal dunia, menikah, pindah domisili, semuanya langsung masuk ke server Dukcapil," katanya.

2. Layanan publik diarahkan serba digital

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Rakornas Dukcalil di Hotel Bidakara, Jakarta (3/8/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Tito menjelaskan konsep E-Government bertujuan memangkas birokrasi sehingga masyarakat tidak lagi harus datang langsung ke kantor pemerintah untuk mengurus berbagai layanan publik.

Melalui portal layanan publik yang tengah dikembangkan pemerintah, masyarakat nantinya dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga administrasi kependudukan melalui satu aplikasi yang terintegrasi.

"Aplikasinya mengintegrasikan layanan publik kementerian dan lembaga. Ke depan masyarakat tidak perlu lagi datang ke banyak kantor. Cukup masuk ke sistem digital untuk mendapatkan pelayanan," ujarnya.

Ia menambahkan data Dukcapil akan diintegrasikan dengan data dari berbagai instansi, seperti Kementerian ATR/BPN, Badan Pusat Statistik (BPS), Polri, Kementerian Kesehatan, hingga kementerian dan lembaga lainnya agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran.

3. Pemerintah perkuat infrastruktur Dukcapil

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Rakornas Dukcalil di Hotel Bidakara, Jakarta (3/8/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Untuk mendukung transformasi digital tersebut, Tito mengatakan pemerintah menyiapkan program penguatan infrastruktur teknologi informasi Dukcapil melalui skema multi-years senilai sekitar Rp3,5 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan data (storage), memperbesar bandwidth, memperkuat sistem keamanan siber (cyber security), serta menyiapkan pusat pencadangan data (backup server) agar layanan tetap berjalan apabila terjadi gangguan pada pusat data utama.

"Kalau sudah bermain di digitalisasi, jangan main-main. Sekali sistem down, dampaknya bisa luas. Karena itu infrastruktur, bandwidth, dan cyber security harus benar-benar kuat," kata Tito.

Curated For You

Editorial Team

Related Article