Pengadilan Argentina Blokir Proyek Pengeboran Minyak di Falkland

- Pengadilan Federal Rio Grande memblokir pembangunan proyek minyak dan gas Sea Lion dekat Falkland karena Rockhopper dan Navitas belum menjalani penilaian dampak lingkungan Argentina.
- Penangguhan berlaku hingga prosedur lingkungan dimulai. Argentina juga melarang kedua perusahaan beroperasi di negaranya selama tetap menjalankan kegiatan di Falkland.
- Pemerintah Argentina menyiapkan pangkalan Angkatan Laut di Ushuaia untuk memantau sumber daya dan kedaulatan Atlantik Selatan; proyeknya dijadwalkan berlanjut Januari 2027.
Jakarta, IDN Times - Pengadilan Federal di Rio Grande, Tierra del Fuego memblokir pembangunan fisik proyek pengeboran minyak dan gas Sea Lion pada Kamis (17/9/2026). Bangunan tersebut diketahui terletak sekitar 220 km dari Kepulauan Falkland.Ā
Beberapa bulan terakhir, hubungan Argentina dan Inggris kembali memanas terkait sengketa Falkland. Bahkan Argentina sudah menggugat perusahaan minyak Israel, Navitas menyusul proyek pengeboran minyak di lepas pantai Falkland tanpa izin.Ā
1. Argentina desak penilaian dampak lingkungan dari proyek pengeboran minyak

ilustrasi fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (unsplash.com/zacharytheodore) Hakim Federal Mariel Boruto mengatakan bahwa pemblokiran ini bagian dari gugatan yang diajukan oleh sejumlah kelompok masyarakat. Mereka menilai belum ada penilaian dampak lingkungan dari perusahaan Rockhopper dan Navitas.Ā
Dilansir Buenos Aires Herald, sejumlah elemen pencegahan sudah dibentuk. Kedua perusahaan itu diharuskan melaporkan kepada Direktorat Penilaian Dampak Lingkungan. Sementara ini, masih belum ada langkah dari kedua perusahaan untuk mengikuti prosedur di Argentina.Ā
Penangguhan ini tidak akan diangkat sebelum prosedur penilaian dampak lingkungan dimulai. Pengadilan menyebut tanpa penilaian tidak bisa dipastikan seberapa besar dampaknya.Ā
2. Milei bantah gugatan soal Falkland untuk mendukung pencalonannya

Presiden Argentina, Javier Milei. (Vox EspaƱa, CC0, via Wikimedia Commons) Pada hari yang sama, Presiden Argentina, Javier Milei membantah tuduhan bahwa ia sedang mencari dukungan dalam pencalonannya periode kedua pada 2027. Menurutnya, pemerintahannya berencana melakukan ini dalam 3 tahun terakhir.Ā
Sementara itu, sanksi yang diberikan kepada kedua perusahaan tersebut adalah dilarang beroperasi di Argentina selama masih beroperasi di Falkland. Padahal, Argentina menjadi negara dengan cadangan minyak dan gas alam serpih terbesar di dunia, tepatnya di formasi geologi Vaca Muerta.Ā
3. Argentina bangun pangkalan di Ushuaia untuk amankan SDA

ilustrasi bendera Argentina (pexels.com/pikeriel) Pekan ini, Argentina mengatakan bahwa integrasi pangkalan Angkatan Laut (AL) di Ushuaia berfungsi untuk memonitor sumber daya alam dan kedaulatan di Atlantik Selatan. Pangkalan itu akan menjadi pusat logistik dan titik strategis untuk Argentina.Ā
Dilansir Mercopress, pembangunan pangkalan AL tersebut sudah dimulai sejak 2022 di bawah pemerintahan eks Presiden Alberto Fernandez. Namun, ditunda sementara waktu dan akan dilanjutkan kembali pada Januari 2027 usai tender publik selesai.Ā

















