Rusia Tangguhkan Ekspor Gas Alam ke Armenia, Kenapa?

- Rusia menangguhkan pasokan gas ke Armenia selama 11 hari, hingga 25 September 2026, untuk perbaikan pipa Kaukasia Utara-Transkaukasia yang melintasi Georgia.
- Selama perbaikan, Armenia mengandalkan cadangan domestik dan impor dari Iran; Rusia sebelumnya memasok 2,7 miliar meter kubik gas pada 2025, setara 82 persen impor Armenia.
- Di tengah ketegangan bilateral, PM Nikol Pashinyan menargetkan diversifikasi gas, sementara Rusia menyatakan belum menerima permintaan penarikan pasukan dari pangkalan Gyumri.
Jakarta, IDN Times - Rusia resmi menangguhkan pasokan gas alam ke Armenia pada Selasa (15/9/2026). Keputusan ini menyusul perbaikan infrastruktur pipa Kaukasia Utara-Transkaukasia milik anak perusahaan Gazprom di Armenia.
Sesuai rencana, perbaikan pipa gas alam dari Rusia ke Armenia lewat Georgia itu akan berlangsung selama 11 hari hingga 25 September. Namun, penangguhan ini dilakukan di tengah ketegangan antara Rusia dan Armenia.
1. Armenia akan andalkan pasokan domestik dan impor dari Iran

ilustrasi bendera Armenia (unsplash.com/captoprisko) Menanggapi keputusan ini, Gazprom Armenia mengatakan bahwa konsumsi gas alam di Armenia akan dipasok dari cadangan domestik. Selain itu, akan ada impor gas alam dari Iran selama masa perbaikan pipa gas alam Transkaukasia.
Dilansir The Moscow Times, Rusia sudah menyuplai 2,7 miliar meter kubik gas alam ke Armenia pada 2025. Jumlah itu sama dengan 82 persen dari total impor gas alam di negara Kaukasus tersebut.
2. Armenia berniat mendiversifikasi suplai gas alam

ilustrasi bendera Armenia (unsplash.com/edgar_t) Pekan lalu, Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan akan mendiversifikasi suplai gas alam. Rencana ini disampaikan menyusul ketegangan dengan Rusia yang saat ini masih menjadi penyuplai terbesar gas alam ke Armenia.
“Kami akan mendiversifikasi gas alam kami terlepas dari semuanya. Entah itu berasal dari sumber yang lebih mahal atau tidak, apapun yang terjadi, kami akan mencapai diversifikasi tersebut,” tuturnya, dikutip dari RFE/RL.
Pashinyan tidak memungkiri rencana untuk membangun pipa gas melewati Trump Route for International Peace and Prosperity (TRIPP). Jalur itu menghubungkan wilayah utama Azerbaijan ke Nakhichevan lewat Armenia.
3. Rusia belum menerima permintaan penarikan tentara dari Armenia

Tentara Rusia. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Pada hari yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Galuzin mengatakan bahwa Rusia belum menerima permintaan Armenia menarik pasukan militer dari Gyumri. Menurutnya, Rusia akan beroperasi pangkalan militer seperti biasa untuk membantu keamanan Armenia dan Kaukasus Selatan.
Dilansir OC Media, Galuzin menilai tidak ada alternatif lain bagi Armenia untuk menggantikan tentara Rusia. Namun, Moskow masih membuka opsi untuk berdiskusi soal kelanjutan kerja sama keamanan dengan Yerevan.

















