Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat Konferensi Pers Pemerintah terkait Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)/Program Prioritas serta Percepatan Fase Pemulihan Permanen Pascabencana Sumatra di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Rabu (5/8/2026)(Dok. Kemendagri)
Sebelumnya, Tito mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan program yang memudahkan masyarakat untuk mendapat akte kelahiran. Program ini diresmikan oleh Kemendagri bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Nanti hari Jumat (7/8/2026), ya, tolong Pak (Dirjen Dukcapil Kemendagri) Teguh (Setyabudi) koordinasi dengan Kemenkes, kita ingin membuat masyarakat lebih mudah lagi. Ini mohon dipahami oleh rekan-rekan semua mumpung kumpul nih. Kemarin saya diskusi dengan Pak Menteri Kesehatan, untuk membuat masyarakat lebih mudah lagi," kata Tito saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Tito menjelaskan, Kemendagri dan Kemenkes berkerja sama untuk memudahkan orangtua yang anaknya lahir di rumah sakit langsung mendapat akta kelahiran, tanpa perlu lagi mengurus ke kantor dukcapil. Nantinya akta kelahiran diberikan secara daring atau digital.
"Kalau sekarang yang melahirkan di rumah sakit, ya, misalnya, puskesmas. Nah, mereka nanti orangtuanya datang ke kantor dukcapil untuk ngurus lagi, repot lagi. Sekarang kami mau integrasikan dengan Kemenkes, nanti launching hari Jumat, yaitu setiap anak-anak yang lahir di fasilitas kesehatan Kementerian Kesehatan, baik di rumah sakit pusat, rumah sakit daerah, puskesmas, kita connect. Begitu dia lahir, maka nanti dari Kemenkes menyampaikan informasi kepada dukcapil, dukcapil nanti akan mengeluarkan langsung surat akte kelahirannya online," ujar dia.
Tito mengatakan, nantinya akta kelahiran yang terbit secara online itu bisa dikirim melalui e-mail maupun nomor HP.
"Bisa di-e-mail ke orangtuanya atau dikirim ke nomor HP yang diberikan oleh orangtuanya karena gak semuanya punya e-mail," kata dia.
Menurut dia terobosan ini merupakan program yang sangat baik karena berkenaan langsung dengan pelayanan masyarakat. Dia menekankan, efektivitas birokrasi ini juga mencegah pegawai dukcapil melakukan pelanggaran dengan memberikan tarif pada pembuatan akta kelahiran.
"Itu terobosan dan ini akan memberikan pelayanan yang baik, praktik baik kepada masyarakat. Itu yang ditunggu-tunggu masyarakat, seperti itu. Yang jelas, teman-teman dukcapil gak bisa main-main lagi nih, orang yang mau buat akte kelahiran diduitin, janganlah," kata Tito.
Namun, ujar Tito, implementasi program ini masih belum bisa menjangkau ke daerah terpencil. Terutama di wilayah yang masih banyak masyarakatnya melahirkan secara mandiri, bukan di fasilitas kesehatan resmi yang sudah terkoneksi dengan pemerintah.
"Tapi kalau seandainya, mohon maaf, ada juga kan warga kita yang lahir sendiri, ya mungkin di kampung terpencil segala macam, ya, gak terdeteksi oleh fasilitas kesehatan, otomatis kan nggak bisa. Terpaksa dia harus ngurus, kembali lagi ke manual," ujar dia.