Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ini Arti Walkout Delegasi RI Saat Netanyahu Pidato di PBB

4 min read
Ini Arti Walkout Delegasi RI Saat Netanyahu Pidato di PBB
Delegasi Indonesia meninggalkan (walk out) ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya, Kamis (24/9/2026) waktu setempat. Delegasi Indonesia dalam rangkaian UNGA81 dipimpin Menlu RI Sugiono. (Dok. PTRI New York)
  • Delegasi Indonesia meninggalkan ruang sidang PBB menjelang pidato Benjamin Netanyahu sebagai simbol sikap terhadap situasi yang dialami rakyat Palestina.

  • Kementerian Luar Negeri RI menyebut aksi itu sebagai solidaritas, protes, dan kecaman terhadap kekerasan serta pelanggaran hukum internasional.

  • Walkout dilakukan bersama negara-negara sehaluan untuk menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap normalisasi kekerasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa pesan utama dari walkout delegasi Indonesia?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Aksi walkout delegasi Indonesia saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-81 bukan sekadar meninggalkan ruang sidang. Bagi Indonesia, langkah tersebut menjadi simbol sikap terhadap situasi yang dialami rakyat Palestina.

Delegasi Indonesia melakukan walkout bersama delegasi dari sejumlah negara pada Kamis (24/9/2026) di New York. Aksi tersebut dilakukan menjelang Netanyahu menyampaikan pidatonya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB.

Juru Bicara 2 Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl Mulachela menjelaskan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas Indonesia kepada rakyat Palestina. Langkah itu sekaligus menjadi protes dan kecaman terhadap apa yang disebut Kemlu sebagai kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional terhadap rakyat Palestina.

  1. 1. Simbol penolakan Indonesia

    Menurut Vahd, aksi tersebut mencerminkan posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap itu juga disertai penolakan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

    “Aksi walkout ini merupakan refleksi posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel,” kata Vahd.

    Artinya, keputusan untuk meninggalkan ruang sidang tidak berdiri sendiri. Kemlu menempatkannya sebagai bagian dari posisi diplomatik Indonesia terkait Palestina, sekaligus bentuk penyampaian sikap di tengah forum internasional yang mempertemukan negara-negara anggota PBB.

    Indonesia ingin menunjukkan, dukungan terhadap Palestina tidak hanya disampaikan melalui pernyataan diplomatik, tetapi juga melalui tindakan simbolis dalam forum internasional. Dalam hal ini, walkout menjadi bentuk ekspresi politik luar negeri Indonesia terkait isu Palestina.

    Langkah tersebut juga dilakukan bersama negara-negara yang disebut Kemlu ‘sehaluan’. Indonesia dengan negara-negara tersebut ingin menyampaikan pesan bersama mengenai kekerasan terhadap rakyat Palestina dan penghormatan terhadap hukum internasional.

  2. 2. Menolak kekerasan dinormalisasi

    Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan Indonesia melalui aksi tersebut adalah penolakan terhadap normalisasi kekerasan. Kemlu menilai tindakan terhadap rakyat Palestina tidak seharusnya diterima sebagai sesuatu yang biasa dalam hubungan internasional.

    “Bersama negara-negara yang sehaluan, Indonesia ingin menyampaikan pesan yang jelas bahwa kekerasan terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dinormalisasi dan harus segera dihentikan,” ujar Vahd.

    Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa walkout dimaksudkan untuk membawa isu Palestina ke dalam pesan yang lebih luas, yakni penegasan bahwa kekerasan dan pelanggaran hukum internasional tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang wajar atau permanen.

    Bagi Indonesia, solidaritas kepada rakyat Palestina juga berjalan beriringan dengan seruan penghentian kekerasan. Karena itu, aksi di ruang sidang PBB tersebut menjadi sarana untuk memperlihatkan penolakan terhadap situasi yang menurut Kemlu terus merugikan masyarakat Palestina.

    Pada saat yang sama, Indonesia menggunakan forum PBB untuk memperlihatkan sikapnya bersama negara-negara lain yang memiliki pandangan serupa. Walkout menjadi simbol bahwa terdapat negara-negara yang memilih tidak memberikan legitimasi simbolis terhadap momen pidato Netanyahu.

  3. 3. Tegaskan dukungan untuk Palestina

    Pada akhirnya, Kemlu menempatkan aksi walkout tersebut dalam konteks dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina. Sikap itu disebut sebagai posisi yang konsisten dan kembali ditunjukkan dalam forum Sidang Majelis Umum PBB.

    Vahd menegaskan, Indonesia tidak hanya memandang isu tersebut dari sisi politik, tetapi juga menyoroti dampaknya terhadap masyarakat Palestina. Karena itu, solidaritas kepada rakyat Palestina menjadi salah satu dasar Indonesia mengikuti aksi walkout.

    Aksi tersebut juga menunjukkan bagaimana gestur diplomatik dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dalam forum internasional. Ketika delegasi memilih meninggalkan ruang sidang pada momen tertentu, tindakan tersebut dapat menjadi simbol sikap yang ingin disampaikan kepada publik maupun negara-negara lain.

    Dalam kasus Indonesia, pesan yang disampaikan Kemlu cukup jelas: dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi posisi Indonesia, sementara kekerasan terhadap rakyat Palestina dan pelanggaran hukum internasional dinilai tidak dapat dinormalisasi.

    Melalui aksi tersebut, Indonesia bersama negara-negara yang sehaluan berupaya menegaskan kembali sikap tersebut di panggung PBB. Kemlu menyatakan pesan yang ingin disampaikan adalah agar kekerasan terhadap rakyat Palestina serta pelanggaran hukum internasional segera dihentikan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More