Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendikdasmen Beberkan Capaian 2 Tahun: Revitalisasi hingga Tunjangan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Kemendikdasmen menyebut dua tahun pertama pemerintahan sebagai fase membangun fondasi pendidikan bermutu, dengan tiga tahun tersisa untuk memperbaiki kekurangan dan memperluas dampak program.

  • Dalam dua tahun, 55.451 sekolah direvitalisasi, 318.205 sekolah memiliki papan interaktif digital, dan 19,40 juta murid menerima Program Indonesia Pintar.

  • Tunjangan Rp16,64 triliun disalurkan kepada 890.280 guru serta tenaga kependidikan non-ASN; 170.870 sekolah menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Laporan Keuangan Kemendikdasmen memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian, dengan realisasi anggaran 96,64 persen.

dua tahun pertama

Kemendikdasmen merevitalisasi 55.451 sekolah, memasang papan interaktif digital di 318.205 sekolah, serta menyalurkan PIP kepada 19,40 juta murid dan tunjangan kepada 890.280 guru serta tenaga kependidikan non-ASN.

26 Oktober 2026

Abdul Mu'ti menyatakan dua tahun pertama pemerintahan merupakan periode membangun fondasi pendidikan. Pemerintah masih akan memperbaiki kekurangan dalam tiga tahun ke depan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemendikdasmen melaporkan capaian dua tahun, termasuk revitalisasi 55.451 sekolah, penyediaan papan interaktif digital, penyaluran PIP, serta tunjangan guru dan tenaga kependidikan non-ASN.
  • Who?
    Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyampaikan capaian Kemendikdasmen yang mencakup murid penerima PIP, guru dan tenaga kependidikan non-ASN penerima tunjangan, serta sekolah penerima program.
  • Where?
    Pemaparan disampaikan Abdul Mu'ti di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta. Program revitalisasi, bantuan pendidikan, dan penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berlangsung di sekolah-sekolah.
  • When?
    Abdul Mu'ti menyampaikan capaian tersebut pada Senin, 26 Oktober 2026, dalam evaluasi dua tahun pertama pemerintahan. Pemerintah menyatakan masih memiliki tiga tahun untuk melanjutkan perbaikan.
  • Why?
    Pemerintah menyatakan program dijalankan untuk membangun fondasi pendidikan bermutu, memperbaiki kekurangan, mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dan membangun generasi Indonesia yang hebat serta kuat.
  • How?
    Kemendikdasmen melakukan revitalisasi sekolah, memasang PID di 318.205 sekolah, menyalurkan PIP kepada 19,40 juta murid, serta menyalurkan Rp16,64 triliun tunjangan kepada 890.280 guru dan tenaga kependidikan non-ASN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Abdul Mu'ti bilang pemerintah sudah membetulkan 55.451 sekolah dalam dua tahun. Banyak sekolah juga punya papan digital. Sebanyak 19,40 juta murid mendapat bantuan PIP. Guru juga mendapat tunjangan. Sekarang pemerintah masih mau memperbaiki yang kurang selama tiga tahun lagi supaya sekolah dan anak-anak jadi lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut dua tahun pertama pemerintahan menjadi periode membangun fondasi pendidikan. Sejumlah capaian dicatat antara lain revitalisasi puluhan ribu sekolah hingga penyaluran bantuan pendidikan dan tunjangan guru.

Mu'ti mengatakan, capaian selama dua tahun pertama belum menjadi hasil akhir. Pemerintah masih memiliki tiga tahun ke depan untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan program pendidikan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Dua tahun pertama ini saya sebut sebagai periode membangun fondasi untuk pendidikan bermutu untuk semua, yang karena itu maka capaian angka-angka yang kami sampaikan nanti bukanlah merupakan capaian akhir, tetapi parameter atau tolak ukur untuk kita memperbaiki dan kemudian menjadikan semua program," ucap Mu'ti di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026).

1. Revitalisasi 55.451 sekolah sampai penyaluran tunjangan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dalam dua tahun, Kemendikdasmen telah melakukan revitalisasi terhadap 55.451 sekolah. Selain itu, sebanyak 318.205 sekolah telah memiliki papan interaktif digital (PID).

Di bidang bantuan pendidikan, sebanyak 19,40 juta murid telah menerima Program Indonesia Pintar (PIP). Sementara, pemerintah telah menyalurkan tunjangan profesi guru dan tunjangan khusus.

"Dan Rp16,64 triliun tunjangan profesi guru, dan tunjangan khusus telah tersalur ke 890.280 guru dan tenaga kependidikan non-ASN," ucap Mendikdasmen.

2. Pemerintah masih benahi kekurangan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kemendikdasmen juga mencatat 170.870 sekolah telah menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dari sisi pengelolaan anggaran, Laporan Keuangan 2025 Kemendikdasmen memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dengan realisasi anggaran mencapai 96,64 persen.

Mu'ti menegaskan, pemerintah masih perlu membenahi berbagai kekurangan dalam sisa masa pemerintahan.

“Tentu kami menyadari bahwa dua tahun pertama ini memang masih banyak hal yang harus kita kerjakan lagi, dalam sisa waktu sampai tiga tahun ke depan, tetapi tentu saja kami juga berusaha bagaimana agar berbagai kekurangan itu dapat kami perbaiki di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

3. Program diharapkan berdampak pada masyarakat

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mu'ti berharap berbagai program yang dijalankan dapat mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membangun generasi Indonesia yang hebat dan kuat.

"Kemudian menjadikan semua program yang kita laksanakan berdampak langsung, dirasakan manfaatnya oleh semua pihak, terutama dalam kaitan dengan upaya kami mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun generasi Indonesia yang hebat dan generasi Indonesia yang kuat," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article