Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Stres Finansial Berdampak ke Kesehatan Mental dan Fisik, Ini Solusinya

3 min read
Stres Finansial Berdampak ke Kesehatan Mental dan Fisik, Ini Solusinya
None Jakarta 2026, Dokter Citra Poerwa di Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).
  • Dokter Citra Poerwa menyebut stres finansial dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik, sehingga pengelolaannya perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan menyeluruh.

  • Bagi generasi sandwich, pengeluaran disarankan disusun menurut prioritas dengan mendahulukan kebutuhan dasar diri sendiri dan keluarga sebelum kebutuhan sekunder maupun tersier.

  • Di tengah kesibukan, masyarakat dianjurkan tetap aktif melalui jalan kaki 10–15 menit setelah makan, menjaga pola makan seimbang, dan mengelola pikiran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tekanan keuangan bukan hanya persoalan isi dompet. Kondisi finansial yang tidak stabil juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik, terutama bagi mereka yang harus membagi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pribadi sekaligus menopang keluarga.

None Jakarta 2026, Dokter Citra Poerwa, mengatakan kesehatan perlu dipahami secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik, mental, hingga hubungan sosial. Karena itu, menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan berolahraga dan mengatur pola makan, tetapi juga mengelola tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, termasuk persoalan keuangan.

"Ada jurnalnya yang betul membahas kalau stres finansial itu berpengaruh terhadap kesehatan mental dan juga fisik. Jadi kita harus bisa gimana caranya manage agar kita bisa lebih gimana caranya menghadapi permasalahan itu satu per satu lah," kata Citra dalam diskusi bertajuk "Sehat Finansial, Sehat Badan, Sehat Jakarta" pada Jakarta Financial Festival 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).

  1. 1. Tantangan financial untuk generasi sandwich

    ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama).
    ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama).

    Tekanan finansial juga menjadi tantangan bagi generasi sandwich atau mereka yang harus memenuhi kebutuhan hidup sendiri sekaligus membantu anggota keluarga lainnya.

    Dalam situasi tersebut, Citra menyarankan agar pengeluaran disusun berdasarkan skala prioritas. Kebutuhan dasar diri sendiri dan keluarga perlu dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengalokasikan uang untuk kebutuhan sekunder maupun tersier.

    “Mungkin kalau dari saya, kalau saya mungkin lebih ke kebutuhan dasarnya dulu ya yang harus dipenuhi. Antara kebutuhan diri sendiri dan keluarga pasti ada kebutuhan dasarnya dulu nih, baru yang sekunder yang tersiernya,” ucap Citra.

  2. 2. Cuti waktu untuk olahraga

    Pendaftaran Jakarta Running Festival 2024 dibuka. (Dok. KLAB)
    Pendaftaran Jakarta Running Festival 2024 dibuka. (Dok. KLAB)

    Selain mengelola tekanan finansial, menjaga kesehatan fisik juga perlu dilakukan secara konsisten. Kesibukan bekerja, rapat, hingga waktu perjalanan yang panjang kerap membuat seseorang kesulitan menyediakan waktu khusus untuk berolahraga.

    Citra menyarankan masyarakat memanfaatkan waktu luang untuk melakukan aktivitas fisik sederhana. Salah satunya dengan berjalan kaki selama 10–15 menit setelah makan.

    "Kalau misalkan kita sekarang terlalu sibuk nih kerja, meeting sana sini, waktunya banyak habis di jalan, itu kan sebetulnya kita harus bisa yang namanya curi-curi waktu. Misalkan kita enggak sempat nih untuk ke tempat olahraga, untuk nge-gym, kita siasatin setiap habis makan itu kita jalan kaki lah. Jalan kaki lah 10 sampai 15 menit," katanya.

  3. 3. Pentingnya jaga pola makan

    siaranpers_pemprov_dki-20251107105808_47zoby_585.jpg
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadiri Panen Raya Serentak Jagung Pulut dan Komoditas Sayur Lainnya bersama Kelompok Tani Kebun Berseri Perumahan Bukit Mas, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/11/25). (Dok. Pemprov DKI)

    Menurut Citra, aktivitas fisik tidak harus selalu dilakukan di pusat kebugaran. Masyarakat dapat memanfaatkan lingkungan kantor untuk tetap bergerak di sela kesibukan.

    Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang serta mengelola pikiran agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.

    Diskusi mengenai kesehatan finansial dan fisik tersebut menjadi bagian dari Jakarta Financial Festival 2026 yang digelar pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan di DKI Jakarta itu turut menghadirkan Pemimpin Grup Dana Ritel dan Transaksional Bank Jakarta, Yuniar T. Manik, serta Corporate Credit Analyst Bank Jakarta, Dedi Akhmadi.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More