Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mendikdasmen Beberkan Capaian 2 Tahun: Revitalisasi hingga Tunjangan

2 min read
Mendikdasmen Beberkan Capaian 2 Tahun: Revitalisasi hingga Tunjangan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Kemendikdasmen menyebut dua tahun pertama pemerintahan sebagai fase membangun fondasi pendidikan bermutu, dengan tiga tahun tersisa untuk memperbaiki kekurangan dan memperluas dampak program.

  • Dalam dua tahun, 55.451 sekolah direvitalisasi, 318.205 sekolah memiliki papan interaktif digital, dan 19,40 juta murid menerima Program Indonesia Pintar.

  • Tunjangan Rp16,64 triliun disalurkan kepada 890.280 guru serta tenaga kependidikan non-ASN; 170.870 sekolah menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut dua tahun pertama pemerintahan menjadi periode membangun fondasi pendidikan. Sejumlah capaian dicatat antara lain revitalisasi puluhan ribu sekolah hingga penyaluran bantuan pendidikan dan tunjangan guru.

Mu'ti mengatakan, capaian selama dua tahun pertama belum menjadi hasil akhir. Pemerintah masih memiliki tiga tahun ke depan untuk memperbaiki kekurangan dan memastikan program pendidikan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Dua tahun pertama ini saya sebut sebagai periode membangun fondasi untuk pendidikan bermutu untuk semua, yang karena itu maka capaian angka-angka yang kami sampaikan nanti bukanlah merupakan capaian akhir, tetapi parameter atau tolak ukur untuk kita memperbaiki dan kemudian menjadikan semua program," ucap Mu'ti di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026).

  1. 1. Revitalisasi 55.451 sekolah sampai penyaluran tunjangan

    Mendikdasmen Beberkan Capaian 2 Tahun: Revitalisasi hingga Tunjangan
    Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Dalam dua tahun, Kemendikdasmen telah melakukan revitalisasi terhadap 55.451 sekolah. Selain itu, sebanyak 318.205 sekolah telah memiliki papan interaktif digital (PID).

    Di bidang bantuan pendidikan, sebanyak 19,40 juta murid telah menerima Program Indonesia Pintar (PIP). Sementara, pemerintah telah menyalurkan tunjangan profesi guru dan tunjangan khusus.

    "Dan Rp16,64 triliun tunjangan profesi guru, dan tunjangan khusus telah tersalur ke 890.280 guru dan tenaga kependidikan non-ASN," ucap Mendikdasmen.

  2. 2. Pemerintah masih benahi kekurangan

    Mendikdasmen Beberkan Capaian 2 Tahun: Revitalisasi hingga Tunjangan
    Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Kemendikdasmen juga mencatat 170.870 sekolah telah menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dari sisi pengelolaan anggaran, Laporan Keuangan 2025 Kemendikdasmen memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dengan realisasi anggaran mencapai 96,64 persen.

    Mu'ti menegaskan, pemerintah masih perlu membenahi berbagai kekurangan dalam sisa masa pemerintahan.

    “Tentu kami menyadari bahwa dua tahun pertama ini memang masih banyak hal yang harus kita kerjakan lagi, dalam sisa waktu sampai tiga tahun ke depan, tetapi tentu saja kami juga berusaha bagaimana agar berbagai kekurangan itu dapat kami perbaiki di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

  3. 3. Program diharapkan berdampak pada masyarakat

    Mendikdasmen Beberkan Capaian 2 Tahun: Revitalisasi hingga Tunjangan
    Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Mu'ti berharap berbagai program yang dijalankan dapat mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, serta membangun generasi Indonesia yang hebat dan kuat.

    "Kemudian menjadikan semua program yang kita laksanakan berdampak langsung, dirasakan manfaatnya oleh semua pihak, terutama dalam kaitan dengan upaya kami mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun generasi Indonesia yang hebat dan generasi Indonesia yang kuat," katanya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More