Bakom Soroti Komunikasi Publik Kemendikdasmen yang Lemah

Kepala Bakom Syahganda Nainggolan menilai capaian kerja Kemendikdasmen belum tersampaikan efektif kepada masyarakat akibat kelemahan komunikasi publik.
Bakom dan Kemendikdasmen akan bekerja sama memperbaiki penyampaian capaian pemerintah, menyusul tren kepuasan publik yang disebut turun dari di atas 75 persen menjadi 50 persen.
Syahganda mengapresiasi program pendidikan serta perhatian Kemendikdasmen terhadap kesejahteraan guru ASN dan non-ASN, termasuk perannya membuka mobilitas sosial melalui pendidikan bermutu.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Syahganda Nainggolan menyoroti persoalan komunikasi publik di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurutnya, pemerintah telah bekerja keras, tetapi capaian tersebut belum tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Meskipun saya baru tiga minggu jadi Kepala Bakom, saya menemukan ada sedikit kelemahan selama ini dalam komunikasi. Pemerintah sudah bekerja keras, termasuk Kemendikdasmen, tapi di masyarakat tidak terkomunikasikan,” kata Syahganda di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026).
1. Persoalan komunikasi harus diperbaiki

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Ia mengatakan, persoalan komunikasi tersebut perlu dibenahi melalui kerja sama antara Bakom dan Kemendikdasmen. Dengan begitu, berbagai capaian pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat dan mendapat apresiasi publik.
"Oleh karenanya, ke depan, dengan kerja sama Badan Komunikasi dengan Kemendikdasmen, kami bisa bahu-membahu menyampaikan capaian-capaian ini ke masyarakat,"ucapnya.
2. Tren kepuasan pada pemerintah turun

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Syahganda juga menyinggung tren penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah. Ia menyebut, rata-rata kepuasan yang sebelumnya di atas 75 persen pada tahun lalu, kini berada di angka 50 persen.
“Setelah saya diskusi dengan para profesor-profesor ahli komunikasi, ini adalah persoalan kita bukan tidak kerja, tapi memang ada persoalan komunikasi," ucapnya.
3. Apresiasi untuk kesejahteraan guru

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memaparkan pencapaian Kemendikdasmen dalam dua tahun di Gedung Kemendikdasmen, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Selain itu, ia mengapresiasi program pendidikan dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.
"Saya berterima kasih dengan kementerian ini karena kementerian inilah satu-satunya jalan buat orang melakukan mobilisasi vertikal. Ya, tidak ada orang miskin bisa menjadi kaya, tidak ada orang bodoh bisa menjadi pintar kalau tidak dibantu dengan program-program pendidikan yang bermutu yang telah dilakukan di sini," ucapnya.





















