Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendikdasmen Dorong STEM 5M dan Sekolah Unggul di Gelaran IMSO ke-23
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat membukasecara resmi gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Linna Susanti).
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendorong STEM 5M untuk mengubah stigma sains dan matematika sebagai pelajaran sulit serta mahal, sekaligus menyiapkan tiga model sekolah unggul bagi siswa berbakat.

  • IMSO ke-23 di Depok berlangsung 2–7 Oktober 2026 dan diikuti talenta SD dari 23 negara; pemerintah menargetkan kontingen Indonesia meraih emas, perak, dan perunggu.

  • Peserta Indonesia menjalani karantina enam hari untuk ujian teori, eksplorasi, dan eksperimen; mereka mengandalkan latihan soal, pemahaman konsep, serta dukungan mental menghadapi persaingan ketat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
enam hari sebelum lomba

Peserta Indonesia menjalani karantina dan pembekalan di PPSDM dari pagi hingga malam untuk persiapan lomba.

2–7 Oktober 2026

IMSO ke-23 berlangsung di PPSDM Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok, dengan peserta dari 23 negara.

Sabtu (3/10/2026)

Mendikdasmen Abdul Mu'ti secara resmi membuka IMSO ke-23 dan menyampaikan komitmen transformasi pendidikan sains dan matematika.

kini

Kemendikdasmen gencar memperkenalkan STEM 5M serta menyiapkan sekolah unggul Garuda, sekolah unggul transformasi, dan sekolah nasional integrasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    IMSO ke-23 dibuka di Depok, disertai penegasan Kemendikdasmen untuk mendorong gerakan STEM 5M dan pengembangan sekolah unggul bagi peserta didik berbakat.
  • Who?
    Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Ketua Umum IMSO ke-23 Raden Ridwan Hasan Saputra, peserta dari 23 negara, serta wakil Indonesia Kaindra Nadira Said Tama dan Aiden Gracio terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok.
  • When?
    IMSO ke-23 berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 dan dibuka secara resmi pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
  • Why?
    Kemendikdasmen mendorong STEM 5M untuk mengubah stigma sains dan matematika sebagai pelajaran sulit serta mahal, sekaligus meningkatkan kemampuan peserta didik dalam bidang STEM.
  • How?
    Program dijalankan melalui STEM yang mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful; pengembangan tiga model sekolah unggul; serta pembekalan karantina enam hari bagi kontingen Indonesia sebelum lomba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Abdul Mu'ti membuka lomba matematika dan sains untuk anak SD dari 23 negara di Depok. Ia ingin sains dan matematika jadi mudah, murah, dan menyenangkan. Indonesia juga menyiapkan sekolah unggul. Anak-anak Indonesia sudah belajar keras dan berharap mendapat medali emas, perak, atau perunggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gelaran IMSO menjadi ruang yang memperlihatkan tumbuhnya perhatian terhadap talenta sains muda Indonesia. Pendekatan STEM 5M berupaya membuat matematika dan sains lebih mudah dijangkau serta menyenangkan, sementara persiapan intensif, latihan konsep, dan dukungan orangtua menunjukkan fondasi pembinaan yang serius bagi peserta untuk tampil percaya diri di persaingan internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Depok, IDN Times — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam mentransformasi pendidikan sains dan matematika melalui gerakan STEM 5M serta pengembangan sekolah unggul. Langkah ini diambil guna menghapus stigma bahwa sains dan matematika merupakan pelajaran yang sulit dan mahal.

Hal tersebut disampaikannya usai membuka secara resmi gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026). Ajang bergengsi tingkat Sekolah Dasar (SD) ini diikuti oleh talenta muda dari 23 negara.

1. Gebrakan STEM 5M dan tiga model sekolah unggul Kemendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat diwawancarausai membuka secara resmi gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Linna Susanti).

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengatakan, penguasaan sains dan matematika sejak dini merupakan prasyarat mutlak untuk menguasai teknologi dan mengolah kekayaan alam nasional. Oleh karena itu, Kemendikdasmen kini gencar memperkenalkan gerakan STEM 5M (mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful).

"Dua bidang yang juga menjadi prioritas Bapak Presiden dan kami di Kementerian juga sekarang mengembangkan namanya STEM 5M yaitu STEM yang mudah, murah, menggembirakan, mindful, dan meaningful karena selama ini ada stigma di kalangan anak-anak matematika dan sains itu dua bidang yang sulit dan mahal. Kami ingin mengubah stigma itu," ujar Abdul Mu'ti saat ditemui di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Sabtu.

Menanggapi keberadaan sekolah khusus sains dan matematika di luar negeri, Mu'ti mengatakan, Indonesia saat ini tengah menyiapkan ekosistem sekolah unggul untuk menampung peserta didik berbakat.

"Kita belum seperti itu, ya, tetapi kan ada beberapa kebijakan Pak Presiden, paling tidak dengan sekolah unggul Garuda, sekolah unggul transformasi, dan sekolah nasional integrasi. Ketiga model sekolah ini kami kembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang STEM itu dan juga memang sekolah-sekolah ini inputnya adalah anak-anak yang punya kemampuan yang di atas rata-rata," ujar dia.

Mengenai target medali untuk kontingen Indonesia, dia optimistis para talenta Tanah Air mampu memberikan hasil terbaik.

"Kalau saya targetnya, pokoknya insyaallah emas, perak, perunggu itu akan kita dapatkan," kata Mu'ti.

2. Persiapan karantina ketat dan pesaing berat tim Indonesia

Ketua Umum IMSO ke-23 sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra, saat memberi sambutan pada acara pembukaan secara resmi gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026).

Ketua Umum IMSO ke-23 sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Raden Ridwan Hasan Saputra, mengatakan, seluruh peserta Indonesia telah melalui pembekalan matang sebelum memasuki tahap ujian teori, eksplorasi, dan eksperimen.

"Menjelang lomba, enam hari sebelum lomba ini kita adakan karantina di PPSDM dari pagi sampai malam. Terus menginap persiapannya dan tadi yang saya bilang kalau masalah target, ya, kita hanya berharap dapat emas, perak, perunggu. Jumlahnya sih kita gak bisa tentukan, ya, karena persaingannya memang ketat," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, persaingan medali diprediksi berlangsung sengit karena keterlibatan negara-negara yang memiliki pembinaan sains terstruktur.

"Kalau biasanya kita tuh negara ini ya, pertama Singapura, Cina, sama Vietnam itu kategorinya berat. Karena mereka memang sudah fokus, ya, ada sekolahnya yang memang ngurus matematika dan IPA," ujar dia.

3. Strategi peserta Indonesia

Kaindra Nadira Said Tama (SDG Bidang Manusia Jogja) dan Aiden Gracio (SD Witama Nasional Plus Pekanbaru), saat diwawancara usai acara gelaran International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (3/10/2026). (IDN Times/Linna Susanti).

Dua wakil Indonesia di kategori SD, Kaindra Nadira Said Tama (SDG Bidang Manusia Jogja) dan Aiden Gracio (SD Witama Nasional Plus Pekanbaru), mengaku siap untuk berlaga di ajang internasional ini. Keduanya merupakan peraih medali emas pada Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Aiden menceritakan pendekatannya dalam melatih logika berpikir untuk mengantisipasi soal-soal jebakan.

"Saya sih cuma belajar dan banyak diingatkan soal gitu, agar semakin lama, semakin terbiasa pakai cara-cara yang bermanfaat. Soal yang susah menurut saya, ya seperti soal yang saya memang belum pernah pelajari sama sekali," ujar Aiden.

Sementara Kaindra menyoroti pentingnya pemahaman konsep dasar serta peran vital orangtua selama proses latihan harian.

"Saya banyak latihan soal, drilling, dan juga coba cari-cari materi yang mungkin saya belum memahami asalnya dari mana. Orangtua saya juga bantu sih, kayak kasih support mental gitu," kata Kaindra.

Curated For You

Editorial Team

Related Article