Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mendikdasmen: Pembelajaran Luring Dorong Hemat Energi
Mendikdasmen Abdul Muti menggelar program Mudik Asyik Baca Buku di Stasiun Senen, Senin (16/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Kemendikdasmen menegaskan pembelajaran tatap muka di semua jenjang tetap berjalan normal meski ada kebijakan WFH seminggu sekali bagi ASN.
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut interaksi langsung penting untuk menjaga kualitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa di sekolah.
  • Pemerintah mendorong sekolah menerapkan budaya hemat energi melalui pengaturan listrik, pemanfaatan cahaya alami, dan perilaku ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 April 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas meski pemerintah menerapkan kebijakan WFH seminggu sekali. Ia juga mendorong satuan pendidikan untuk berperan dalam efisiensi energi melalui perilaku hemat dan ramah lingkungan.

kini

Kemendikdasmen terus menjalankan pembelajaran luring di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah serta mendukung kebijakan efisiensi energi nasional dengan penerapan budaya hemat listrik di sekolah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan, kegiatan belajar mengajar pada seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah tetap berlangsung secara tatap muka (luring) dan berjalan normal, seiring dengan penerapan kebijakan transformasi budaya kerja nasional dan kebijakan energi Work From Home (WFH) seminggu sekali.

Penegasan tersebut merujuk pada arah kebijakan pemerintah dalam 8 Transformasi Budaya Kerja Nasional yang menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu sektor prioritas yang tetap menjalankan layanan secara langsung di satuan pendidikan.

1. Pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas

MPLS terakhir di SDN Tugurejo Semarang. (IDN Times/Dok SDN Tugurejo Semarang)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan, transformasi budaya kerja merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun sistem kerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan, tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.

Transformasi budaya kerja yang tengah dijalankan pemerintah merupakan langkah strategis untuk membangun sistem kerja yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan. Namun demikian, sektor pendidikan dasar dan menengah memiliki karakteristik layanan yang menempatkan interaksi langsung sebagai elemen utama dalam proses pembelajaran.

"Oleh karena itu, pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas. Di saat yang sama, kami mendorong satuan pendidikan untuk turut berperan aktif dalam mendukung kebijakan efisiensi energi melalui pembiasaan perilaku hemat dan ramah lingkungan di sekolah,” ujar Mu’ti, Kamis (2/4/2026).

2. Sektor pendidikan tidak terpengaruh WFH

Ilustrasi Kegiatan MPLS bagi siswa peserta didik baru tahun 2025 (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menerapkan pola kerja fleksibel berupa WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam seminggu, serta mendorong efisiensi di berbagai sektor, termasuk penggunaan energi dan mobilitas. Namun demikian, sektor pendidikan dasar dan menengah tetap menjalankan kegiatan belajar secara langsung di masing-masing satuan pendidikan.

Kemendikdasmen memandang, keberlangsungan pembelajaran tatap muka merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas layanan publik di bidang pendidikan, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Selain itu, kegiatan non-akademik seperti olahraga, ekstrakurikuler, dan pengembangan prestasi siswa juga tetap dapat dilaksanakan tanpa pembatasan, sebagai bagian dari pembelajaran yang holistik.

3. Mendikdasmen dorong mengoptimalkan penggunaan energi secara bijak

Ilustrasi Kegiatan MPLS bagi siswa peserta didik baru tahun 2025 (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Di sisi lain, Kemendikdasmen turut mendukung kebijakan efisiensi energi nasional melalui penerapan budaya hemat energi di lingkungan satuan pendidikan.

"Sekolah didorong untuk mengoptimalkan penggunaan energi secara bijak, seperti pengaturan penggunaan listrik, pemanfaatan cahaya alami, serta mendorong kebiasaan ramah lingkungan di kalangan warga sekolah," katanya.

Editorial Team