AS Tawarkan Hadiah Rp1,8 T untuk Buru Pemimpin Kartel Jalisco

- AS menawarkan total hadiah hingga 102 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun untuk menangkap delapan pimpinan Kartel Jalisco New Generation, disertai dakwaan baru terhadap lima petinggi.
- Juan Carlos Valencia Gonzalez alias Pelon menjadi buruan dengan imbalan 25 juta dolar AS setelah dilaporkan mengambil alih kepemimpinan CJNG pascakematian ayah tirinya, El Mencho.
- AS membatasi visa 65 keluarga dan rekan bisnis terkait kartel serta mencabut 26 visa aktif, melanjutkan kebijakan yang telah mencabut total 93 visa sejak Juni 2025.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan penawaran hadiah hingga 102 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun untuk berburu delapan pimpinan Kartel Jalisco New Generation (CJNG) pada Rabu (5/8/2026). Langkah ini diambil untuk melumpuhkan struktur kepemimpinan organisasi kriminal paling berbahaya asal Meksiko tersebut.
Pelaksana tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche menyatakan bahwa organisasi ini menggunakan kekerasan dan rasa takut untuk mengendalikan penyelundupan obat-obatan terlarang ke AS. Selain menawarkan imbalan uang, pemerintah AS juga menetapkan dakwaan baru terhadap lima petinggi kartel dan memperketat sanksi visa bagi puluhan orang yang terhubung dengan kelompok tersebut.
1. Daftar nama yang diburu otoritas AS

Imbalan terbesar dalam pengumuman ini ditujukan untuk penangkapan Juan Carlos Valencia Gonzalez, yang dikenal dengan julukan Pelon. Pemerintah AS menaikkan nilai imbalan untuk penangkapan Pelon dari lima juta dolar AS (Rp89,5 miliar) menjadi 25 juta dolar AS (sekitar Rp447,9 miliar).
Pelon merupakan warga negara ganda AS dan Meksiko yang lahir di Santa Ana, California. Ia dilaporkan telah mengambil alih kendali atas kartel tersebut setelah kematian ayah tirinya.
Selain Pelon, AS juga menetapkan imbalan hingga 15 juta dolar AS (sekitar Rp268 miliar) untuk Audias Flores Silva alias Jardinero, Gonzalo Mendoza Gaytan alias Sapo, serta Julio Alberto Castillo Rodriguez alias Chorro. Sementara itu, tiga tokoh lainnya yaitu Ricardo Ruiz Velasco, Julio Cesar Montero Pinzon, dan Carlos Andres Rivera Varela masing-masing dihargai 10 juta dolar AS (sekitar Rp179 miliar).
"Ini adalah pertarungan melawan CJNG yang baru saja kita mulai, dan kami tidak akan mundur," kata Terrance Cole, Kepala Badan Penanggulangan Narkoba AS (DEA), dilansir PBS News.
2. Kartel Jalisco sempat mengalami kekosongan kepemimpinan

Kartel Jalisco New Generation merupakan salah satu jaringan kejahatan terbesar di Meksiko yang beroperasi di 21 dari 32 negara bagian. Kelompok ini terlibat dalam berbagai lini bisnis ilegal, mulai dari penyelundupan fentanil, kokain, sabu-sabu, hingga perdagangan alpukat.
CJNG mengalami guncangan setelah pendirinya, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes atau El Mencho, tewas dalam operasi militer Meksiko pada Februari lalu. Operasi penangkapan di wilayah Tapalpa tersebut didukung oleh data intelijen dari militer AS.
Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan balasan dari para anggota kartel di berbagai wilayah Meksiko. Kerusuhan dan aksi pembakaran kendaraan tersebut menewaskan sedikitnya 73 orang, termasuk aparat keamanan dan anggota kartel.
Kematian El Mencho sempat meninggalkan kekosongan kekuasaan dan memicu konflik internal di tubuh organisasi. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh anak tirinya, Pelon, untuk mengukuhkan posisinya sebagai pimpinan baru kartel.
3. AS umumkan sanksi visa tambahan bagi keluarga anggota kartel
Selain pengumuman imbalan uang, Kementerian Luar Negeri AS menetapkan pembatasan visa terhadap 65 individu. Mereka yang terkena sanksi merupakan anggota keluarga serta rekan bisnis yang terhubung dengan jaringan kartel.
Pemerintah AS juga mencabut 26 visa aktif milik kerabat dan kolega pelaku kejahatan narkotika tersebut. Sejak kebijakan ini diterapkan pada Juni 2025, total ada 93 visa yang telah dicabut oleh pihak berwenang.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris luar negeri. Trump terus mendesak Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk mengambil tindakan militer yang lebih agresif dalam memberantas kartel.
"Amerika Serikat sedang memburu, membongkar, dan menghancurkan Cartel de Jalisco Nueva Generacion," ujar Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dilansir CBS News.




















