Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendiktisaintek Minta Kampus Petakan Wilayah Terdampak Gempa NTT
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Mendiktisaintek meminta perguruan tinggi memetakan wilayah terdampak gempa NTT yang belum terjangkau bantuan.
  • Mahasiswa melaporkan kebutuhan air, listrik, logistik, sanitasi darurat, pembersihan rumah, dan dapur umum.
  • Sejumlah kampus membentuk posko, mengirim relawan, logistik, tim medis, serta Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (26/8/2026)

Dalam dialog di Manggarai, mahasiswa melaporkan hasil asesmen lapangan. Tim Undana, Universitas Mataram, Politeknik eLBajo Commodus, dan Unair menyampaikan dukungan serta kebutuhan warga.

Kamis (27/8/2026)

Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi memetakan wilayah terdampak gempa NTT yang belum terjangkau bantuan. Kepala LLDIKTI akan mengoordinasikan titik-titik tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perguruan tinggi diminta memetakan wilayah terdampak gempa NTT yang belum terjangkau bantuan.
  • Who?
    Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Kepala LLDIKTI, mahasiswa, dan sejumlah perguruan tinggi terlibat dalam pemetaan serta dukungan.
  • Where?
    Wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur, dengan dialog mahasiswa berlangsung di Manggarai.
  • When?
    Dialog berlangsung Rabu (26/8/2026), sedangkan pernyataan Brian Yuliarto dikutip Kamis (27/8/2026).
  • Why?
    Pemetaan diperlukan agar dukungan kampus sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.
  • How?
    Kepala LLDIKTI akan mengoordinasikan titik yang belum terjangkau berdasarkan informasi sivitas akademika di lapangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Brian Yuliarto meminta kampus mencari tempat di NTT yang kena gempa dan belum mendapat bantuan. Mahasiswa memberi tahu keadaan di Manggarai. Ada yang butuh air, listrik, logistik, rumah dibersihkan, dan sanitasi darurat. Banyak kampus membuat posko atau mengirim relawan dan tim medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Informasi dari mahasiswa dan sivitas akademika di lapangan memberi dasar bagi penentuan titik serta bentuk dukungan yang diprioritaskan. Keterlibatan perguruan tinggi dari dalam dan luar NTT, melalui posko, relawan, logistik, tim medis, dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, menunjukkan dukungan yang mencakup beberapa kebutuhan warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi memetakan wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum terjangkau bantuan. Pemetaan dinilai penting agar dukungan kampus sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat di lapangan.

“Jadi tadi kami mendapatkan beberapa informasi, nantinya kita akan menyerahkan kepada Kepala LLDIKTI untuk mengoordinasikan titik-titik mana yang masih belum terjangkau. Itu mungkin akan didahulukan seperti yang dicontohkan oleh Unram dan Undana,” kata dia, dikutip Kamis (27/8/2026).

1. Mahasiswa laporkan kondisi lapangan

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam dialog di Manggarai, Rabu (26/8/2026), sejumlah mahasiswa melaporkan hasil asesmen mereka. Tim Undana menyebut telah menyalurkan logistik, mengirim tim medis, serta menjalankan KKN Tematik.

Sementara, mahasiswa Universitas Mataram melaporkan kebutuhan air, pembersihan rumah, sanitasi darurat, dan dukungan dapur umum.

2. Kebutuhan dasar masih jadi sorotan

PMI Bantu Rujuk Pasien Gempa NTT ke Labuan Bajo

Mahasiswa Politeknik eLBajo Commodus menemukan kebutuhan air, listrik, logistik, hingga material untuk membangun kembali rumah terdampak. Mereka juga menyampaikan distribusi bantuan di sejumlah wilayah masih perlu diperhatikan agar lebih merata.

Dari Unair, tim medis spesialis bedah ortopedi dan Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah dikirim untuk turut membantu.

“Menurut Mendiktisaintek, informasi dari sivitas akademika yang telah berada di lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan titik dan bentuk dukungan yang perlu diprioritaskan," kata dia.

3. Kampus dari berbagai daerah bergerak

Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR)

Sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar NTT juga telah membentuk posko maupun mengirim relawan guna membantu warga. Di antaranya Universitas Nusa Nipa, Universitas Flores, Universitas Mataram, UMI Makassar, Universitas Warmadewa, Universitas Syiah Kuala, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Sebelas Maret.

Curated For You

Editorial Team

Related Article