Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Topan Saudel Terjang Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Topan Saudel Terjang Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Ilustrasi bencana topan (magnific.com/brgfx)
  • Topan Saudel mendekati Okinawa sejak 25 Agustus 2026, memicu pembatalan 279 penerbangan ANA dan Japan Airlines yang berdampak pada 41.688 calon penumpang.
  • ANA menghentikan seluruh penerbangan di Bandara Naha, sementara Scoot membatalkan rute Singapura-Okinawa; layanan feri antarpulau juga dihentikan akibat angin hingga 40 meter per detik.
  • Badai diprediksi menuju Fujian, China, setelah melintasi Okinawa; di Kagoshima, lebih dari 30.000 rumah padam listrik, dua warga terluka, dan peringatan longsor diterbitkan di Amami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badai Topan Saudel dilaporkan mulai mendekati kawasan Okinawa, Jepang, sejak Selasa (25/8/2026). Kondisi cuaca ekstrem tersebut memaksa otoritas setempat untuk membatalkan ratusan jadwal penerbangan domestik maupun internasional dari dan menuju pulau subtropis tersebut.

Pemerintah daerah mengimbau seluruh warga serta wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca buruk ini. Petugas juga mulai menyiapkan berbagai langkah evakuasi seiring dengan bergesernya arah pergerakan angin kencang yang kian mendekati kawasan daratan.

  1. 1. Cuaca ekstrem lumpuhkan ratusan penerbangan domestik di Jepang

    Dua maskapai penerbangan besar, yakni ANA Holdings dan Japan Airlines, membatalkan sebanyak 279 penerbangan di wilayah selatan Jepang. Kebijakan darurat akibat ancaman badai ini membawa dampak langsung kepada 41.688 calon penumpang pesawat.

    Pihak ANA menghentikan seluruh operasional penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Naha pada Rabu (26/8/2026). Langkah penutupan jalur transportasi udara ini terpaksa diambil karena badai diprediksi membawa angin kencang serta gelombang laut yang tinggi.

    Badan Meteorologi Jepang memperkirakan kecepatan angin topan di kawasan tersebut bisa mencapai 40 meter per detik. Cuaca buruk ini sangat mengganggu aktivitas pariwisata di Okinawa yang biasanya menerima kunjungan 10 juta wisatawan setiap tahun.

    "Segera cari tempat aman untuk melindungi diri apabila situasi mulai terasa berbahaya," kata Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dikutip dari The Japan Times.

  2. 2. Maskapai internasional dan kapal feri hentikan layanan

    Dampak buruk badai subtropis ini juga mengganggu operasional penerbangan pada sejumlah maskapai internasional. Maskapai Scoot asal Singapura resmi membatalkan penerbangan rute Singapura-Okinawa pulang pergi pada Rabu (26/8/2026).

    Scoot turut mengubah jadwal terbang untuk rute Singapura-Fuzhou pada Jumat (28/8/2026) guna menghindari lintasan badai di Asia Timur. Calon penumpang yang terdampak telah mendapatkan pilihan pengembalian dana penuh atau penjadwalan ulang penerbangan.

    "Kami selalu menjadikan keselamatan penumpang dan kru penerbangan sebagai hal yang paling utama," ujar juru bicara maskapai Scoot, dilansir dari AsiaOne.

    Selain pesawat komersial, operasional kapal feri penyeberangan antarpulau di Okinawa juga berhenti sementara. Penutupan akses transportasi laut ini melumpuhkan pergerakan warga dan ribuan wisatawan, terutama di sekitar kawasan resor pantai dan pangkalan militer Amerika Serikat.

  3. 3. Badai bergerak menuju pesisir China dan memicu kerusakan darat

    Setelah melewati kepulauan Okinawa, pergerakan Topan Saudel diprediksi terus mengarah ke barat melintasi Laut China Timur. Pusat badai tersebut diperkirakan akan tiba di kawasan pesisir Provinsi Fujian, China, pada akhir Agustus 2026.

    Di daratan Jepang, terjangan badai memicu pemadaman listrik massal yang berdampak pada lebih dari 30.000 rumah di wilayah Kagoshima. Badan Penanggulangan Bencana setempat mencatat ada dua warga yang terluka akibat empasan angin kencang.

    Salah satu korban adalah perempuan berusia 78 tahun di kota Uruma yang mengalami cedera kepala. Otoritas meteorologi langsung mengeluarkan peringatan tanah longsor di wilayah Amami setelah curah hujan mencapai angka 23 sentimeter. Warga diminta tetap di dalam rumah mengingat curah hujan susulan hingga 12 sentimeter diprediksi masih akan mengguyur Okinawa.

    "Warga harus bersiap dan segera merespons peringatan cuaca untuk menghindari risiko jatuhnya korban jiwa," kata Perdana Menteri Sanae Takaichi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More