Rusia dan Ukraina Saling Hantam Serangan Udara, Belasan Warga Luka

- Rusia melancarkan serangan besar dengan 258 drone dan rudal ke Kyiv, Odesa, Poltava, Kryvyi Rih, serta Zaporizhzhia, melukai sedikitnya 11 warga dan merusak fasilitas sipil, energi, serta industri.
- Ukraina mengklaim menembak jatuh 222 drone, satu rudal Oniks, dan tujuh rudal balistik Rusia, tetapi serangan tetap menghantam pelabuhan, penyimpanan biji-bijian, energi, dan industri.
- Rusia mengklaim merontokkan 267 drone Ukraina di 13 wilayah, termasuk dekat Laut Hitam, Azov, dan Krimea; fasilitas logistik Ozon di Orenburg serta Ufa turut terdampak.
Jakarta, IDN Times - Rusia dan Ukraina saling melancarkan serangan udara skala besar yang menargetkan berbagai wilayah kedua negara pada Kamis (27/8/2026) dini hari. Aksi saling gempur menggunakan ratusan drone dan rudal ini mengakibatkan belasan orang mengalami luka-luka serta merusak sejumlah fasilitas infrastruktur vital.
Pemerintah Ukraina melaporkan gelombang serangan terjadi di ibu kota Kyiv dan beberapa wilayah strategis lainnya. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mematahkan ratusan drone balasan dari pihak Ukraina yang mengincar pusat logistik di wilayah Rusia.
1. Gelombang serangan rudal dan drone menyasar wilayah Ukraina

Kota Kyiv (pexels.com/Kostiantyn Klymovets) Gelombang serangan udara Rusia menghantam kawasan ibu kota Kyiv serta kota Odesa, Poltava, Kryvyi Rih, dan Zaporizhzhia. Dilansir Anadolu Agency, Gubernur Dnipropetrovsk Oleksandr Hanzha menyampaikan melalui akun Telegram bahwa tiga orang terluka akibat kerusakan pada fasilitas industri di Kryvyi Rih. Selain itu, tiga warga juga dilaporkan terluka di Zaporizhzhia dan tiga lainnya di kota pelabuhan Odesa.
Di wilayah Kyiv dan sekitarnya, reruntuhan drone serta rudal merusak fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi dua warga terluka di wilayah sekeliling ibu kota. "Di distrik Boryspil, kebakaran gudang pecah sebagai akibat dari serangan tersebut," ujar Tkachenko, seraya menambahkan bahwa gudang di distrik Fastiv juga mengalami kerusakan.
Serangan yang berlangsung hampir sepanjang malam hingga pagi di Odesa juga merusak gedung kediaman bertingkat 16 dan dua lembaga pendidikan. Dilansir Reuters, insiden gempuran udara ini melintas hingga ke luar batas negara, di mana otoritas Moldova mendeteksi lima drone memasuki ruang udara mereka.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi pihaknya membidik kompleks industri militer, metalurgi, kilang minyak, serta pusat logistik pelabuhan di Odesa. Sementara itu, pemadaman listrik terjadi di tujuh permukiman di wilayah Poltava setelah fasilitas energi di sana menjadi sasaran tembak.
2. Ukraina mengklaim berhasil lumpuhkan mayoritas ancaman udara

ilustrasi rudal balistik (pexels.com/Moslem Daneshzadeh) Angkatan Udara Ukraina menyatakan militer Rusia meluncurkan total 258 drone, dua rudal jelajah antikapal Oniks, serta sejumlah rudal balistik. Dilansir Reuters, sistem pertahanan udara Ukraina mengklaim mampu mengintersepsi hampir 90 persen dari keseluruhan drone yang masuk.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim menembak jatuh 222 dari 258 drone, satu rudal antikapal Oniks, serta tujuh rudal balistik. Kendati demikian, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menegaskan bahwa serangan masif tersebut tetap berdampak pada fasilitas pelabuhan, penyimpanan biji-bijian, fasilitas energi, dan industri.
Serangan masif ini terjadi di tengah krisis kelangkaan amunisi sistem pencegat Patriot buatan AS yang dialami Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi pasukannya baru saja menerima pasokan kecil amunisi pertahanan udara dari sekutu Eropa, seraya mendesak bantuan sistem pencegat rudal balistik tambahan—termasuk melalui skema PURL—segera direalisasikan.
"Minggu ini, sekutu Eropa kita telah membuat keputusan penting untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina," tulis Zelenskyy melalui akun resminya di platform X. "Segala sesuatu yang memperkuat perlindungan langit kita secara efektif menyelamatkan nyawa warga Ukraina setiap hari," tambahnya.
3. Rusia rontokkan ratusan drone Ukraina di belasan wilayah

ilustrasi drone militer (unsplash.com/Jonas) Di sisi lain, Ukraina juga terus melanjutkan gelombang serangan drone yang menyasar wilayah dalam Rusia. Dilansir Anadolu Agency, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya menjatuhkan 267 drone Ukraina yang tersebar di 13 wilayah, Laut Hitam, Laut Azov, hingga Semenanjung Krimea.
Perusahaan e-commerce asal Rusia, Ozon, mengonfirmasi fasilitas logistik mereka di kota Orenburg dan Ufa turut menjadi target gempuran overnight tersebut. Pihak Ozon menyatakan kompleks logistik di Ufa mengalami kerusakan minor, sedangkan fasilitas di Orenburg sempat membatasi penerimaan pengiriman barang.
Kampanye intensif penyerangan drone Ukraina terhadap jaringan logistik Rusia ini tercatat terus meningkat sejak pertengahan Juli. Selain Ozon, pusat logistik perusahaan Wildberries di berbagai wilayah seperti Moskow, Tambov, Leningrad, hingga Krasnodar juga berulang kali menjadi target.
Pemerintah di Kyiv menuduh jaringan perusahaan e-commerce tersebut berperan dalam rantai pasokan logistik militer Rusia. Di sisi lain, pihak Moskow membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa seluruh fasilitas logistik yang diserang merupakan infrastruktur sipil murni.



















