Jakarta, IDN Times - Ruang rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada 24 Juni 2025 dipenuhi oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) usai mereka kembali dari masa reses. Meskipun pembukaan masa persidangan IV tahun 2024-2025 itu tak dihadiri oleh semua anggota parlemen. Hanya 320 anggota dari 580 anggota DPR yang hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Ada satu agenda yang dinanti ketika pembukaan masa persidangan dilakukan oleh Ketua DPR, Puan Maharani, yakni pembacaan surat usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Surat itu dikirim oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI pada 2 Juni 2025 ke sekretariat parlemen. Mereka berharap bisa melakukan audiensi dengan anggota DPR dan MPR.
Namun, agenda yang dinantikan itu tidak terjadi. Ketika ditanya kepada Puan, ia mengaku belum membaca surat tersebut, karena DPR baru saja membuka masa sidang setelah melaksanakan reses.
"Belum lihat (surat pemakzulan Gibran), ini baru masuk masa sidang," ujar Puan pada Selasa pekan lalu.
Ia berdalih surat-surat yang masuk selama masa reses masih berada di bagian tata usaha. Sehingga dia belum memiliki kesempatan untuk membacanya.
"Semua surat yang diterima masih di tata usaha. Belum (baca)," kata putri dari Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Jawaban serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Ketua Harian Partai Gerindra itu juga mengaku belum membaca isi surat yang dilayangkan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Ia berdalih surat tersebut masih berada di tangan Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar.
"Ini kan kebetulan reses. Saya kan datang (rapat paripurna), Pak Sekjennya gak ada. Saya pengen lihat suratnya, tapi suratnya masih di Sekjen. Jadi, belum sempat lihat suratnya," kata dia.
Oleh sebab itu, Dasco menekankan dirinya belum bisa merespons surat pemakzulan Gibran.
"Belum baca, gimana mau nanggapin," imbuh Dasco.