Menhaj RI, Mochamad Irfan Yusuf dalam pembukaan Entry Program ASN Hasil Seleksi Mutasi ASN Karier Tahun 2026, di Bogor pada Senin, (20/7/2026). (Dok. Kemenhaj)
Menhaj mengatakan, Presiden Prabowo belum memberikan respons terkait terkait adanya kemungkinan biaya haji tahun depan lebih mahal daripada 2026.
"Kami sudah sampaikan ke beliau tapi beliau hanya mengangguk saja belum memberikan respons," kata Menhaj di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Kendati, Menhaj mengatakan, Presiden Prabowo meminta agar kenaikan haji tahun depan tidak membebankan jemaah di tengah tekanan global. Irfan memastikan pemerintah akan mencari jalan keluar sehingga kenaikan biaya haji 2027 tidak membebani jemaah.
"Walau pun situasi tekanan global luar biasa baik dollar atau harga minyak yang berdampak langsung dengan penerbangan kita berupaya keras bahwa yang dibayarkan jemaah kita nanti tidak membebankan mereka," kata dia.
Menurut Menhaj, kenaikan biaya haji 2027 yang disampaikan Kementerian Haji dan Umrah kepada parlemen baru sebatas usulan. Dia mengatakan, DPR akan membedah semua komponen yang dapat memicu kenaikan haji 2027.
"Nanti akan dibicarakan oleh panja DPR. Nanti dibahas satu per satu poin per poin. Pos per pos untuk bisa dipastikan angka itu memang angka yang layak atau memang perlu dikurangi atau bahkan ditambah. Nanti akan dibicarakan oleh tim panja DPR," kata dia.