Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Terungkap! Kapal Pesiar Haji Isam Dipinjam Kemhan Tanpa Biaya Sewa

Terungkap! Kapal Pesiar Haji Isam Dipinjam Kemhan Tanpa Biaya Sewa
Kapal yacht milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam dengan logo Kementerian Pertahanan. (Dokumentasi Istimewa)
  • Kemhan menyatakan kapal pesiar J7 Explorer milik Haji Isam dipinjam gratis dari pihak swasta untuk mendukung program pemerintah, dengan logo Kemhan menandakan penggunaannya.
  • Kapal digunakan untuk transportasi antarpulau, mobilitas personel, percepatan infrastruktur, dan ketahanan pangan di Wanam, Papua Selatan, Kalimantan, serta Sumatra; masa peminjaman mengikuti kebutuhan lapangan.
  • Di Wanam, J7 Explorer berfungsi sebagai penginapan sementara dan pangkalan bergerak bagi proyek pencetakan sawah, termasuk koordinasi, akomodasi tenaga ahli, serta dukungan logistik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan mengungkap fakta lainnya mengenai kapal pesiar J7 Explorer milik pengusaha Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam. Rupanya kapal itu dipinjam oleh Kemhan tanpa biaya sewa untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia.

Itu sebabnya kapal itu diberikan logo instansi Kemhan. Pemasangan logo Kemhan di kapal milik pengusaha batu bara itu disoroti luas oleh publik. Banyak yang menganggapnya rawan konflik kepentingan. Dokumentasi foto mengenai kapal pesiar milik Haji Isam yang ditempel logo Kemhan viral di media sosial.

"Terkait kapal berlogo Kemeterian Pertahanan yang beredar di media sosial, perlu kami jelaskan bahwa kapal itu dipinjam oleh Kemhan dari pihak swasta. Peminjaman itu tanpa ada biaya sewa," ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Selasa (18/8/2026).

Ia menambahkan instansi tempatnya bekerja menggunakan kapal pesiar J7 Explorer untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya, kapal itu digunakan sebagai sarana transportasi antarpulau.

"Kapal itu juga dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas personel dan kebutuhan kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur serta program ketahanan pangan, termasuk kegiatan di Wanam, Papua Selatan, Kalimantan dan Sumatra," tutur jenderal bintang satu itu.

Keberadaan kapal milik Haji Isam itu, dinilai Kemhan membantu untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintah di lapangan.

  1. 1. Kapal pesiar digunakan untuk penginapan sementara dalam proyek Wanam

    Rico Sirait, Kemhan
    Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika berada di Sulawesi Utara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

    Lebih lanjut, kata Rico, kapal tersebut dimanfaatkan sebagai tempat penginapan ketika mengerjakan proyek ketahanan pangan di Wanam. Penggunaan kapal pesiar itu tidak lepas dari realita kesulitan mencari fasilitas penginapan.

    "Kapal tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut," katanya.

    Logo Kemhan dipasang di kapal pesiar itu untuk menandakan bahwa kapal tersebut sedang digunakan untuk mendukung kegiatan Kemhan. Tetapi, kepemilikan kapal J7 Explorer itu, kata Rico, tetap milik swasta.

    "Kemhan meminjam dan menggunakan kapal tersebut tanpa biaya sewa sebagai kapal pendukung kegiatan di lapangan. Dengan begitu, maka kapal tersebut bukan aset yang dibeli oleh Kemhan," imbuhnya.

  2. 2. Waktu peminjaman disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan

    Sjafrie Sjamsoeddin, Haji Isam
    Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Haji Isam lakukan ground breaking pembangunan pabrik munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Dokumentasi Kemhan)

    Ketika IDN Times tanyakan sampai kapan peminjaman kapal tersebut, Rico menyebut waktu pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan dukungan kegiatan Kemhan di lapangan. Penggunaan kapal J7 Explorer itu, kata Rico, juga tidak terbatas untuk program ketahanan pangan di Wanam.

    "Karena fungsi kapal tersebut digunakan sebagai sarana pendukung mobilitas antarpulau untuk kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur dan program ketahanan pangan di sejumlah wilayah, termasuk Wanam, Papua Selatan, wilayah Kalimantan dan Sumatra," tutur dia.

  3. 3. Kapal J7 Explorer jadi pangkalan bergerak

    WhatsApp Image 2025-08-26 at 09.40.35.jpeg
    Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam saat menerima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

    Sementara, kapal J7 Explorer milik Haji Isam dibangun di Batam dan rampung pada 2022. Kapal berbobot 8.076 GT itu memiliki 25 kabin yang dapat menampung sekitar 50 tamu, helipad, serta fasilitas akomodasi bagi kru.

    Haji Isam memanfaatkan kapal itu sebagai kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah di Wanamm, Merauke.

    Selain itu, J7 Explorer turut digunakan sebagai tempat koordinasi dan akomodasi sementara bagi tenaga ahli yang bekerja di lokasi. Kapal itu juga menjadi bagian dari pendukung kebutuhan logistik proyek.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More